Thursday, October 28, 2021

Sumpah Pemuda

Ilustrasi gambar: Instagram/@statistikazone


Hari ini,
Seperti kau tanam berpuluh-puluh tahun
Benih sumpah itu masih saja menggaung
Terpatri mati, terkunci dalam hati, mengabadi

Seperti kau mau dalam sumpah agungmu
Satu utuhnya negeriku
Satu utuhnya bangsaku
Terbalut mesra dalam bahasa yang satu:
Indonesia
 
Kini,
Setelah berpuluh-puluh tahun berlalu
Benih sumpahmu tak lagi bertumbuh seperti kau mau

Anak-anak muda tak lagi bangga dengan negerinya
Anak-anak muda tak lagi tahu di mana harus berpijak
Anak-anak muda tak lagi tahu arah
Ke mana mesti mengayun lengan
Ke mana kaki mesti melangkah

Mereka terbius fakta yang tak lagi menginjak tanah
Seperti keranjingan setan dan iblis jahanam
Tak peduli dia polisi hingga para pengadil
Tak peduli dia bupati hingga para menteri
Tersandera lalu tergulung arus badai
yang mereka pahat sendiri
 
Mereka tercerai-berai dan larut dalam irama langgam partai-partai
Tetapi, asyik bersorak beramai-ramai
Meliuk-liuk dalam altar persembahan tarian jalang  
Lalu khusuk berkerumun dalam kenduri korupsi berjamaah
Tak sedikit pun terlihat gerogi, karena merasa terlindungi
 
Hari ini,
Lagi-lagi aku dengar menggema sumpah serapa
Bukan lagi sumpah agungmu yang mendunia
Dari semua yang jelata dan melata
Di bumiku, di bumimu
yang rapuh dan meranggas
yang diporakporandakan (*)


Gresik, 28 Oktober 2021

No comments:

Post a Comment

Sumpah Pemuda

Popular Posts