Monday, August 16, 2021

Euforia Kemerdekaan

                                            Ilustrasi gambar: Antara


Hari ini:

Seperti kalian,

Aku terbius, tergulung dalam pusaran euforia Hari Kemerdekaan

Yang menyeret mimpi siang pada heroik pembebasan kakek-nenek kita

Dari belenggu dan pasung penjajahan

 

Hari ini,

Kita seperti kembali dalam putaran waktu yang berhadap-hadapan dengan penjajah

Lalu, dari mulut kita menyembul kalimat takbir, bersaut-sautan:

“Allahu Akbar …Allahu Akbar”

Seraya mengepalkan tinju dari lengan-lengan berotot

Menggedor-gedor langit

Meminta Tuhan membuka pintu Kemerdekaan

 

Hari ini:

Seperti kalian,

Aku terbius, tergulung dalam pusaran euforia Hari Kemerdekaan

Sehingga lupa, bahwa di negeri ini

Lebih dari 3,87 juta saudara kita terpapar virus Corona

dan 119 ribu jiwa di antaranya telah tercerabut nyawa dari raga yang membungkusnya

 

Eforia Hari kemerdekaan

Telah melenakan, bahwa di masa pandemi ini

Jutaan rakyat telah kehilangan penghasilan

Karena menjadi korban kebijakan pengetatan yang berlabel PPKM Darurat

Jutaan buruh kehilangan pekerjaan karena PeHaKa
Jutaan jiwa harus menahan lapar

Karena tak ada lagi beras dan lauk yang tersedia

Mereka harus lebih banyak terkurung di rumah

Demi menghindari kondisi yang mereka sebut kerumunan dan interaksi sosial membahayakan

Pobia Covid telah melahirkan kebijakan larangan ini itu

tanpa ada solusi konkret

 

Hari ini:

Seperti kalian,

Aku terbius, tergulung dalam pusaran euforia Hari Kemerdekaan

Kemerdekaan jadi terasa semu, seperti fatamorgana

Yang hanya terasa indah dalam balutan seremonial-artistik

Yang mengikis ruh hakiki sebuah perjuangan panjang dan berdarah-darah

Tetapi, menjadi kemilau kegirangan para pejabat negeri yang lupa nestapa rakyatnya

 

Nafas pun terasa tersengal-sengal lewati kerongkongan

Dan hanya mampu menyembulkan pekik rintihan: “MERDE …EKK …ka (*)

 

 

Gresik, 17 Agustus 2021

 

  

 

No comments:

Post a Comment

Merasa Kikuk dan Malu

Popular Posts