Saturday, December 5, 2020

Selamat Datang, Pilkada Bonek!

 


Catatan Pinggiran SUHARTOKO

Judul di atas kiranya pas untuk disematkan pada penyelenggaraan pesta demokrasi, pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang dijadwalkan berlangsung, Rabu, 9 Desember 2020. Bonek merupakan diksi yang melekat dan senyawa pada supporter kesebelasan kesayangan arek-arek Suroboyo, Persebaya.

Pada Bonek (akronim bondo nekat) tersimpan pesan bermodal tekat yang kuat tanpa sedikit pun rasa takut untuk men-support dan membela kemenangan klub sepak bola kesayangannya. Bahkan, Bonekmania memiliki idiom atau jargon yang telah mendarah-daging, “Satu nyali: WANI”. ‘Wani’ merupakan kata dalam bahasa Jawa yang berarti ‘berani’. Berani mengerahkan dukungan dan semangat, sekaligus berani mengambil segala bentuk risiko, termasuk hilangnya nyawa sekalipun.

Thursday, November 19, 2020

Sikap Bijak Muhammadiyah

           Suasana nobar resepsi virtual Milad ke-108 Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, Rabu (18/11/2020)

Catatan Pinggiran Oleh SUHARTOKO


Rabu Pon, 18 November 2020 hari ini, Muhammadiyah, salah satu organisasi besar di negeri ini --bahkan di dunia--, genap berusia 108 tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan milad ke-108 Muhammadiyah tahun ini boleh di-bilang cukup “senyap”. Tidak ada prosesi ingar-bingar yang menyertainya.

Tuesday, October 27, 2020

Sumpah Pemuda


 Hari ini,

Seperti kau tanam berpuluh-puluh tahun

Benih sumpah itu masih saja menggaung

Terpatri mati, terkunci dalam hati, mengabadi

Seperti kau mau dalam sumpahmu:

Satu utuhnya negeriku

Satu utuhnya bangsaku

Terbalut mesra dalam bahasa yang satu

 

Hari ini,

Setelah berpuluh-puluh tahun

Benih sumpahmu tak lagi bertumbuh seperti kau mau

Anak-anak muda tak lagi bangga dengan negerinya

Anak-anak muda tak lagi tahu di mana harus berpijak

Terbius fakta yang tak lagi menginjak tanah

Seperti keranjingan setan

Tak peduli dia polisi hingga para pengadil

Tak peduli dia bupati hingga para menteri

Terseret arus badai, asyik bercerai dalam partai-partai

Beramai-ramai berkerumun dalam kenduri korupsi

Tak pernah grogi karena merasa terlindungi

 

Hari ini,

Aku dengar menggema sumpah serapa

Bukan lagi sumpah agungmu yang mendunia

Dari semua yang jelata dan melata

Di bumiku, di bumimu yang diporakporandakan (*)

 

Saturday, October 3, 2020

Ketika Cukong Politik Menyandera Pemerintahan


Catatan Pinggiran SUHARTOKO

Pertengahan September lalu, tepatnya 11 September 2020, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap data cukup mencengangkan. Betapa tidak, menurut dia, 92% calon kontestan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dibiayai oleh para cukong politik. Dampakanya, jika terpilih dan memenangkan Pilkada, kepala daerah berpotensi melakukan korupsi kebijakan.

Saturday, September 26, 2020

Muhammadiyah, Cuma Penonton atau Justru Penentu Kemenangan

Catatan Pinggiran SUHARTOKO


B
ahwa Muhammadiyah, secara organisatoris tidak akan terlibat dalam politik praktis-pragmatis, itu sudah menjadi sikap dan kebijakan politik persyarikatan. Bahwa secara institusi Muhammadiyah tidak melibatkan diri dalam aksi dukung-mendukung kontestan pemilihan umum (Pemilu), baik pada pemilihan bupati/walikota, gubernur, hingga presiden, itu juga tegas dilakukan. Bahwa secara kelembagaan, Muhammadiyah tidak akan memfasilitasi untuk kemudian berharap imbalan atau konsesi politik, itu juga sudah menjadi rambu-rambu yang tegas dan tabiat politik yang bisa dipahami.

Sunday, September 20, 2020

Berebut Berkat dalam Kenduri Politik Gresik

 


Catatan Pinggiran SUHARTOKO

Membincang proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di Gresik, Desember mendatang, perhatian publik tentu tak bisa lepas dari peran Nahdliyin, baik secara struktural maupun kultural, baik secara organisatoris maupun personal. Hal ini terkait dominasi warga Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Kabupaten Gresik, meski secara statistik belum ada data riil yang ter-publish terkait kontribusinya terhadap perolehan suara kontestan Pilkada.

Monday, May 4, 2020

Elegi Ranting dan Debu


Ilustrasi: Wikipedia

Ketika reranting kering dalam pelukan api yang bergejolak
Maka, debu adalah puncak kemesraan

Reranting tak kuasa lagi melukiskan luka
Sementara sang api pun tak mampu menyengat dan membakar dengan murkanya

Keduanya seperti pertapa yang mengalirkan kesejukan penuh kelembutan
Dalam debu cinta abadi

Gresik, 14 Maret 2020

Balada Masjidku

Suasanya masjid yang sepi karena ditinggalkan oleh takmir dan jamaahnya.


Hari ini:
Shalat berjamaah di masjid mulai langka
Lewat takmir, penguasa menebar dalih meyakinkan dan setengah dipaksakan:
Jangan lagi ada shalat berjamaah di masjid
Lalu mengalihkannya ke rumah masing-masing
Yang diperbolehkan cuma kumandang adzan sebagai penanda datangnya waktu shalat
Meski seruan dan kumandang adzan itu
Bukanlah ajakan untuk shalat di masjid
Bukanlah ajakan berdzikir dan bermunajat kepada Tuhan
Bukan pula bermajelis taklim dan ihtiar memakmurkan rumah ibadah
Masjid dan jamaahnya pun diawasi, dibatasi gerakannya
Meski hanya untuk beribada kepada Tuhan
Seperti makhluk menakutkan yang perlu disingkirkan
Jamaah dan anak-anak pewaris dan kendali masa depan makin dijauhkan dari masjid  
Sungguh, ini pemandangan yang tak pernah terbayangkan

Thursday, February 13, 2020

Rezim Koalisi dan Pemerintahan yang Tersandera


Oleh SUHARTOKO*)

Salah satu tahapan Pilgub di Jatim. (Ilustrasi foto: Google)
TAHUN 2020 ini Indonesia bakal punya gawe besar dalam menjalankan roda demokrasi. Agendanya adalah memilih pucuk pimpinan di berbagai daerah. Tercatat ada 270 daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan itu akan berlangsung secara serentak. Jika tidak ada aral melintang Pilkada serentak di 270 daerah itu berlangsung pada Rabu, 23 September 2020.
Seperti dilansir Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri, dari 270 daerah dimaksud, rincinya: di sembilan daerah provinsi akan digelar Pilkada untuk memilih gubernur/wakil gubernur, 224 kabupaten memilih bupati/wakil bupati, dan sisanya di 37 kota untuk memilih walikota/wakil walikota baru.


BUMD Pangan, Siapa Penikmat Hasilnya?


Oleh SUHARTOKO

Lelang komoditas agro, salah satu sarana pemasaran hasil panen petani.
BERDIRINYA Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang secara khusus concern pada pengelolaan sektor pangan di Jawa Timur (Jatim) mulai memasuki ranah publik. Paling tidak, diskusi tentang pentingnya perusahaan (baca: BUMD Pangan) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mulai dihelat dan menghangat sejak dua tahun terakhir. Konon , fisibility study dari kampus ternama di Jatim kabarnya juga telah dilakukan dan rekomendasinya sudah diserahkan kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Monday, January 6, 2020

Kontrak Kerja dengan Tuhan



Mengawali masuk kerja pascaliburan tahun baru, 2 Januari 2020, saya berkesempatan mengikuti rapat yang melibatkan para manajer dan pimpinan perusahaan. Rapat tidak berlangsung di kantor perusahaan tempat saya bekerja sehari-hari, tetapi di kantor induk perusahaan (holding company), yakni PT Jatim Grha Utama (JGU), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Cinta Rasul

Popular Posts