Tuesday, October 19, 2021

Cinta Rasul

 

                                                             Ilustrasi gambar: widiutami.com

 

Bermusim-musim

Yang mengukir panas meranggas dalam kemarau panjang

Yang membalut dingin dalam deras penghujan dan

membanjiri tanah ladang juga permukiman

Aku lantunkan mantra suci dalam bingakai indah

:Shalawat untukmu

Untuk junjunganku, sang insan kamil

:Kanjeng Rasul Muhammad, kekasih Allah

Adakah ini sebentuk kasih dan cintaku padamu?

 

Bermusim-musim

Dalam siklus kehidupan yang terus menggelinding

Kujumputi pandu firman dan sunahmu

Seperti kau pesankan lewat para sahabat penyambung risalah

Adakah ini sebentuk kasih dan cintaku padamu?

 

Sungguh, ini belumlah sebanding dengan cintamu kepadaku dan

berjuta-juta umat yang kelak berharap syafaatmu

Betapa kau cintai umat ini

hingga di akhir hayatmu

Betapa kau cintai umat ini

hingga Izrail menarik ruh dan memisahkan dari jasadmu

Yang membuat Jibril dan para  khulafa'urrasyidin

Tak sanggup menatap kepedihan sakaratul maut yang menimpamu

 

Di saat ruh perlahan meninggalkan jasadmu

Bukan surga yang kau harap

Meski pintu-pintunya tlah terbuka lebar menunggu kehadiranmu

Namun, yang menggantung di pilkiran dan ingatanmu:

"Umatku ...umatku ...umatku!"

 

Kini, tinggallah jejak risalah yang Kanjeng Rasul tinggalkan

Yang jadi tuntunan hamba dan umat

Merindukan bisa berdampingan di taman surga

Adakah ini juga untukku?

Ya Robii .... Ya Robbal 'alamin

Bimbing hamba dan berjuta-juta umat ini

Menemukan dan mengikuti jejak Kanjeng Rasul junjungan kami

Hingga sampai di pintu surga-Mu

 

 

Gresik, 12 Rabi’ul Awwal 1443/19 Oktober 2021

 

 

Saturday, October 16, 2021

Budi Darma; Mata Air yang Tak Pernah Kering

Prof Budi Darma, MA, PhD

MENYELAMI
proses kreatif Budi Darma, seperti berenang di lautan tak bertepi. Menapaktilasi jejak Budi Darma, bak menjelajah hutan rimba dan mendaki gunung tanpa mengetahui di mana puncaknya. Menerbangi pemikiran Budi Darma, tak ubahnya menembus angkasa tanpa titik perhentian. Pun pula, menelusuri kepakaran Budi Darma, seperti  tenggelam dalam segarnya mata air yang tak pernah kerontang meski di musim kemarau sekalipun.

Wednesday, August 25, 2021

Merasa Kikuk dan Malu

 

        Penulis bersama Prof Budi Darma (kemeja putih) dan para pegiat literasi di Surabaya.


(Catatan Ringan Murid Kultural Mengenang Prof Budi Darma, MA, PhD)

 

Oleh SUHARTOKO

 

Padat merayap. Begitulah, arus lalu lintas di kawasan kampus Ketintang Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pagi setengah siang itu tak mampu membawa Toyota Avanza yang kami tumpangi melaju dengan cepat. Mobil warna silver ini melaju dengan kecepatan rendah, maksimum cuma 20 kilometer per jam. Sempitnya badan jalan yang hanya sekitar tiga meteran tak mampu menampung arus lalu lintas yang padat, apalagi jika ada kendaraan yang berpapasan. Laju kendaraan nyaris berhenti alias nggremet.

Monday, August 16, 2021

Euforia Kemerdekaan

                                            Ilustrasi gambar: Antara


Hari ini:

Seperti kalian,

Aku terbius, tergulung dalam pusaran euforia Hari Kemerdekaan

Yang menyeret mimpi siang pada heroik pembebasan kakek-nenek kita

Dari belenggu dan pasung penjajahan

 

Hari ini,

Kita seperti kembali dalam putaran waktu yang berhadap-hadapan dengan penjajah

Lalu, dari mulut kita menyembul kalimat takbir, bersaut-sautan:

“Allahu Akbar …Allahu Akbar”

Seraya mengepalkan tinju dari lengan-lengan berotot

Menggedor-gedor langit

Meminta Tuhan membuka pintu Kemerdekaan

 

Saturday, April 17, 2021

Bank Permata, Kepedulian kepada Kaum Milenial dan Optimalisasi Perbankan

 


Di saat banyak pihak, khususnya perbankan memandang sebelah mata kalangan muda atau akrab dengan sapaan kaum milenial, --karena dinilai tidak prospektif—Bank Permata justru sebaliknya. Bank yang sejak Januari 2021 lalu masuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha IV (BUKU IV), kini memberikan perhatian lebih kepada generasi muda untuk men-support pengembangan peran atau usaha mereka melalui lima layanan sekaligus.

 

Saturday, December 5, 2020

Selamat Datang, Pilkada Bonek!

 


Catatan Pinggiran SUHARTOKO

Judul di atas kiranya pas untuk disematkan pada penyelenggaraan pesta demokrasi, pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang dijadwalkan berlangsung, Rabu, 9 Desember 2020. Bonek merupakan diksi yang melekat dan senyawa pada supporter kesebelasan kesayangan arek-arek Suroboyo, Persebaya.

Pada Bonek (akronim bondo nekat) tersimpan pesan bermodal tekat yang kuat tanpa sedikit pun rasa takut untuk men-support dan membela kemenangan klub sepak bola kesayangannya. Bahkan, Bonekmania memiliki idiom atau jargon yang telah mendarah-daging, “Satu nyali: WANI”. ‘Wani’ merupakan kata dalam bahasa Jawa yang berarti ‘berani’. Berani mengerahkan dukungan dan semangat, sekaligus berani mengambil segala bentuk risiko, termasuk hilangnya nyawa sekalipun.

Thursday, November 19, 2020

Sikap Bijak Muhammadiyah

           Suasana nobar resepsi virtual Milad ke-108 Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, Rabu (18/11/2020)

Catatan Pinggiran Oleh SUHARTOKO


Rabu Pon, 18 November 2020 hari ini, Muhammadiyah, salah satu organisasi besar di negeri ini --bahkan di dunia--, genap berusia 108 tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan milad ke-108 Muhammadiyah tahun ini boleh di-bilang cukup “senyap”. Tidak ada prosesi ingar-bingar yang menyertainya.

Cinta Rasul

Popular Posts