Blog

Blog

Tuesday, October 27, 2020

Sumpah Pemuda


 Hari ini,

Seperti kau tanam berpuluh-puluh tahun

Benih sumpah itu masih saja menggaung

Terpatri mati, terkunci dalam hati, mengabadi

Seperti kau mau dalam sumpahmu:

Satu utuhnya negeriku

Satu utuhnya bangsaku

Terbalut mesra dalam bahasa yang satu

 

Hari ini,

Setelah berpuluh-puluh tahun

Benih sumpahmu tak lagi bertumbuh seperti kau mau

Anak-anak muda tak lagi bangga dengan negerinya

Anak-anak muda tak lagi tahu di mana harus berpijak

Terbius fakta yang tak lagi menginjak tanah

Seperti keranjingan setan

Tak peduli dia polisi hingga para pengadil

Tak peduli dia bupati hingga para menteri

Terseret arus badai, asyik bercerai dalam partai-partai

Beramai-ramai berkerumun dalam kenduri korupsi

Tak pernah grogi karena merasa terlindungi

 

Hari ini,

Aku dengar menggema sumpah serapa

Bukan lagi sumpah agungmu yang mendunia

Dari semua yang jelata dan melata

Di bumiku, di bumimu yang diporakporandakan (*)

 

No comments:

Post a Comment

Blog Archive