Blog

Blog

Monday, May 4, 2020

Elegi Ranting dan Debu


Ilustrasi: Wikipedia

Ketika reranting kering dalam pelukan api yang bergejolak
Maka, debu adalah puncak kemesraan

Reranting tak kuasa lagi melukiskan luka
Sementara sang api pun tak mampu menyengat dan membakar dengan murkanya

Keduanya seperti pertapa yang mengalirkan kesejukan penuh kelembutan
Dalam debu cinta abadi

Gresik, 14 Maret 2020

Balada Masjidku

Suasanya masjid yang sepi karena ditinggalkan oleh takmir dan jamaahnya.


Hari ini:
Shalat berjamaah di masjid mulai langka
Lewat takmir, penguasa menebar dalih meyakinkan dan setengah dipaksakan:
Jangan lagi ada shalat berjamaah di masjid
Lalu mengalihkannya ke rumah masing-masing
Yang diperbolehkan cuma kumandang adzan sebagai penanda datangnya waktu shalat
Meski seruan dan kumandang adzan itu
Bukanlah ajakan untuk shalat di masjid
Bukanlah ajakan berdzikir dan bermunajat kepada Tuhan
Bukan pula bermajelis taklim dan ihtiar memakmurkan rumah ibadah
Masjid dan jamaahnya pun diawasi, dibatasi gerakannya
Meski hanya untuk beribada kepada Tuhan
Seperti makhluk menakutkan yang perlu disingkirkan
Jamaah dan anak-anak pewaris dan kendali masa depan makin dijauhkan dari masjid  
Sungguh, ini pemandangan yang tak pernah terbayangkan

Blog Archive