Blog

Blog

Thursday, July 25, 2019

Menabur Benih Jariyah di Ladang Literasi

 
Berpose bersama peserta pelatihan.menulis feature.


Pada dasarnya, setiap orang –asal bisa berbicara plus punya kelengkapan inderawi—pasti bisa menulis. Kalau pada kenyataannya sebagian masih susah mempraktikannya, itu lebih banyak karena faktor pengungkit. Ya, kita belum tahu bagaimana dan dari mana harus memulai mengungkit potensi itu hingga benar-benar mewujud dalam bentuk tulisan dan jadi kebiasaan yang mengalir.

Wednesday, June 19, 2019

Jakarta, di Lehermu Kugantungkan Harapan



Ilustrasi: teropongsenayan.com
Kuhirup pagimu ketika jalanan belum terjajah sesaknya lalu lalang kendaraan
Kabut juga masih leluasa melintas di ruang-ruang nan terbuka
Kupeluk kesejukan ketika sebagian besar wargamu masih terlelap dalam mimpi masing-masing
Pun, gerimis yang mengetuki kaca jendela kamar
Mengirim aroma segar, peluruh kepenatan di jidat yang nyaris tersandera
Mengunya anugerah Tuhan di tengah berhala yang beranak-pinak

Friday, June 14, 2019

Ketika Jajanan Tradisional Jadi Perekat Persaudaraan


Jajaran direksi dan karyawan Puspa Agro guyub sebelum nyantap jajanan.

Bisa jadi ini fenomena unik dan tergolong langka. Umumnya, di banyak institusi atau perusahaan, hari pertama masuk kerja setelah liburan panjang Hari Raya Idul Fitri (lebaran), diawali dengan open house atau halal bihalal. Tetapi, yang dilakukan manajemen PT Puspa Agro tidak lazim dalam perspektif kaca mata publik.

Anak perusahaan PT Jatim Grha Utama (BUMD Provinsi Jawa Timur) yang didapuk mengelola pusat perdagangan aneka komoditas berbasis agro/pertanian ini justru membudayakan tradisi yang tergolong unik dan langka. Apa itu?

Wednesday, June 12, 2019

Di Malam-Mu Aku Berlabuh




Ilustrasi: WordPress.com
Kupilih panggung ini
Untuk menghidupkan malam agung yang sunyi
Sunyi karena dedaunan yang khusuk merunduk
Sunyi karena bebatuan yang diam dalam sujud
Sunyi karena gunung-gunung yang tegak mengawal pintu langit
Sunyi karena angin yang pulas, siap berkabar menjelajah angkasa raya
Juga temaram gemintang yang terjaga menyambut titah Sang Penguasa Semesta
Di tengah gemuruh hati yang kerap gelisah
Di tengah liar pikiran yang  berkejaran
Di tengah nyinyir lidah yang tak pernah enggan bersilat
Dalam bingkai lisan yang berbusa dusta
Dan di sepenggal jejak kaki yang muram dan berdekil

Yaa Robbii ....
Jikalau Engkau takdirkan aku bisa berlabuh di malam qadar-Mu
Maka, janganlah Engkau condongkan hati ini
Karena ingin mereguk indah surga-Mu
Juga jangan Engkau palingkan hati ini
Karena ingin menghindari murka neraka-Mu
Namun, Yaa Robbi ....
Hamba ingin berlabuh di malam agung ini
Karena luasnya pintu ampunan yang Engkau bukakan
: untukku

Maka, tak kan lelah bibir ini bermohon ampunan
Karena timbunan dosa yang terus menggunung
Dan dalam lirih bibir yang berlumur dusta
Aku munajatkan asa:
Allahumma innaku ‘affuwun
tuhibbul ‘afwa, fa'fu ‘anni


Gresik, 29 Ramadan 1440 H/3 Juni 2019




Memimpikan Generasi yang Bangga Jadi Petani


Wagub Emil E. Dardak saat menyerahkan trofi kepada sang juara.

Penghargaan berupa penyerahan trofi atau piala kepada para juara merupakan pamuncak dari serangkaian program ‘Pelatihan dan Lomba Hidroponik Antarsekolah Se-Jatim’ yang saya kawal sejak 24 September 2018. Dan, puncak acara yang dilabeli dengan istilah awarding ini berakhir manis ketika Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, berkenan hadir dan menyerahkan piala yang disiapkan oleh panitia, Rabu (27/3/2019) lalu.

Tidak hanya berakhir manis. Awarding Lomba Hidroponik Antarsekolah Se-Jatim yang dihelat di Gedung Tani Puspa Agro di kawasan Kec. Taman, Sidoarjo ini juga menjadi tetenger bangkitnya spirit melahirkan generasi muda yang bangga jadi petani dan generasi agropreneur, khususnya pada budi daya produk pertanian dengan sistem hidroponik.

Sunday, February 17, 2019

ICU, Memori Bal-balan, dan Menjemput Mukjizat



Proses operasi bedah syaraf terhadap Mas Nono di RSU Anwar Media.
Seumur-umur baru kali ini saya memasuki ruang ICU (intensive care unit) sebuah rumah sakit. Tak sekadar memasuki, bahkan saya mengakrabinya. Sebab, dalam dua kali waktu kunjungan (siang dan petang), saya berkali-kali masuk-keluar ruang perawatan intensif itu.

Saturday, February 2, 2019

Politik 0 Kilometer

Capres/Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandi (Ilustrasi: Tribunnews)


Oleh SUHARTOKO

2019. Ini bukan sekadar sederet angka yang menunjuk pada kurun waktu tahunan yang berlaku saat ini. Tahun 2019 merupakan tahun istimewa karena dalam periode ini bangsa dan warga negara Indonesia tengah memasuki gerbang tahun politik. Lebih istimewa lagi, di tahun inilah, tepatnya pada 17 April 2019 bangsa ini menggelar hajatan politik, yakni pemilihan umum (Pemilu) yang diprediksi berlangsung paling heboh dibanding berkali-kali pesta demokrasi sebelumnya.

Wednesday, January 9, 2019

Rumah Literasi



Ini rumah besar, kawan
Tempat berhimpun kita yang melapari risalah kebajikan
Lalu kita pahatkan tarian tanpa altar berkarpet merah
Pun sekeliling dinding meski hanya sekadar bersandar
Apalagi pilar penyangga dan penegak bangunan nan perkasa
Sesiapa pun Anda juga sekawanan angin
Bisa saja menerobos masuk duduk bersila
Lalu melesat bebas keluar sekehendak kepak sayap

Kita urai benang kusut lagi basah
Untuk melesakkan layang-layang anak-anak kita
Menembus gelombang mega dan angkasa raya
Meraih sebongkah bintang harapan

Kita memang sedang mainkan layang-layang
Sambil sesekali ikut menaiki benang dan sayapnya yang terkadang liar

Selamat datang, kawan
Di rumah besar yang kita bangun dan banggakan
Hentakkan kaki dengan gemeretak jemari
Di panggung yang manja
Kabarkan pada dunia
Bahwa kita ada dan terus ada
Dengan budaya literat yang kelak  dibanggakan anak-anak kita



Sidoarjo, Januari 2019

Saturday, January 5, 2019

Imam Poeri dan Sebentuk Pengabdian yang Terpatri

Imam Poeri (kanan) bersama penulis.

Namanya Imam Poeri. Cukup singkat, mudah dilafalkan, dan familiar di pendengaran. Pria kelahiran Tuban ini sudah tidaklah tergolong muda lagi. Usianya memasuki 72 tahun.Kesepuhannya juga diperkuat oleh beberapa penanda fisik. Di antaranya: rambutnya yang sudah memutih, sejumlah giginya yang telah tanggal dari tempatnya menancap, juga guratan di wajah dan beberapa bagian tubuhnya. Semuanya menandai, bahwa bapak dua anak dan kakek empat cucu ini tak bisa lagi dibilang muda, apalagi seperti pemuda zaman now.

Tuesday, January 1, 2019

Silaturahmi Pamungkas

Indahnya kebersamaan dengan warga kampung

Perjalanan silaturahmi saya akhirnya tertambat di jalan kampung. Bersama warga Rukun Tetangga (RT) 07, saya kumpul-kumpul sebagai ungkapan syukur kepada Gusti Allah Yang Agung. Kami bersyukur karena diberi kesempatan hidup hingga penghujung tahun, Senin malam, 31 Desember 2018. Kami juga berharap bisa menjalani kehidupan yang lebih baik di sirkuit 2019 dengan ridlo-Nya.

Blog Archive