Blog

Blog

Sunday, December 30, 2018

Membuat Emak Tersenyum Bahagia


Ibu (kanan) dengan senyumnya.
Beragam cara bisa dilakukan di penghujung tahun ini. Relatif longgarnya waktu  --karena berbarengan dengan liburan akhir semester anak-anak yang  sekolah formal-- membuat banyak orang melakukan aktivitas di luar rutinitas keseharian.

Dan, tempat rekreasi kiranya menjadi yang terfavorit bagi yang memiliki cukup dana, baik di dalam maupun luar negeri. Ada yang pergi ke destinasi bernuansa pantai. Ada yang ke kawasan hutan dan gunung serta alam terbuka lainnya. Ada yang memilih tempat-tempat hiburan. Juga tak jarang yang mengombinasikan rekreasi dengan ibadah, misalnya wisata ziarah ke makam para wali. Bagi yang berduit tebal, mereka memilih umrah sekeluarga.

Ya, itulah beragam cara yang biasa dilakukan kebanyakan orang dalam mengisi liburan. Demikian juga kali ini, yang  bersamaan dengan akan berakhirnya kalender tahunan. Ngiras-ngirus melepas tahun 2018 dan siap memasuki gerbang 2019.

Tetapi, saya dan keluarga memilih cara berbeda. Dengan berbagai pertimbangan, kami memilih menggiatkan silaturahmi dengan mengunjungi keluarga dekat, sanak famili, juga para sahabat karib. Menurut saya ini lebih bermanfaat dan efeknya bisa berkepanjangan. Sebab, agama saya mengajarkan, paling tidak ada dua manfaat atau keutamaan yang akan diterima orang yang gemar silaturahmi. Apa itu? Keduanya adalah dipanjangkan umur dan dilapangkannya rezeki dalam arti luas (Al-Hadits).

Kumpul di Rumah Induk
Di antara serangkaian agenda anjangsana atau silaturahmi yang kami lakukan, ada yang sangat istimewa dan sesuatu banget bagi saya. Bersama empat saudara, saya sepakat kumpul-kumpul di rumah induk yang ditempati ibu bersama salah satu adik saya dan keluarganya di Dusun Sidowaras, Desa Lebaniwaras, Kec. Wringinanom, Gresik. Kami sepakat merapat ke rumah induk pada hari Minggu, 30 Desember 2018.

Di rumah induk, ibu saya, Paisah,tinggal dengan anak ke-6, Sri Suharnanik bersama suami dan anak semata wayangnya. Sementara Bapak kami, Supadar, telah seda (meninggal) 3 Juni 2013 lalu. Sebenarnya kami tujuh bersaudara, tetapi dua di antaranya telah meninggal. Yang sudah menghadap Allah SWT adalah si sulung, Mas Siswoko, yang kapundhut ketika masih usia bayi dan adik persis di bawah saya, Lilis Sri Winarni.

Kini kami tinggal lima bersaudara yang semuanya telah “jadi orang” alias berkeluarga dan lengkap dengan anak-anak. Bahkan sebagian telah memiliki cucu. Dengan demikian, ketika kumpul-kumpul di rumah ibu (kami biasa memanggi beliau dengan sapaan emak), sang emak larut dalam senda gurau bersama anak-anak, cucu, dan cicitnya.

Tak ayal, suasana rumah pun jadi gemuruh. Anak-anak yang masih usia balita tampak berlarian dan asyik dengan mainan mereka. Sementara ayah dan bundanya terlibat pembicaraan ringan ngalor-ngidul sambil mengenang masa lalu ketika masih kecil bersama sang emak di ruang tamu. Ada yang duduk di kursi mendampingi emak. Sebagian lainnya memilih selonjoran di lantai sambil ngemil penganan yang tersedia. Oh ya, menu utama hari itu adalah nasi ayam bakar lengkap dengan urap-urapnya, gado-gado, dan bakso. Semuanya karya aseli alias bikinan sendiri. Hemmm …maknyusss tenan.

Kami berlima sepakat, selain silaturahmi, juga punya target atau goal khusus. Apa itu? Di usianya yang telah memasuki 74 tahun, kami ingin agar emak bisa selalu tersenyum dan menampakkan aura kebahagiaan bersama anak-anak, cucu, dan cicitnya. Dan, saya pun bisa merasakan betapa emak bisa menikmati sisa usianya dengan penuh kebahagiaan dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya.
*****

Yaa Allah, Yaa Robbana ….
Jadikan sisa usia emak yang kami sayangi dan kami cintai
Sebagai ladang persemaian amal kebajikan
Jadikan sisa usia emak sebagai sarana makin mendekatkan diri
Dalam samudera ibadah kepada-Mu
Dan akhirkan kelak kehidupan emak
Dengan Husnul khotimah

Yaa Allah, Yaa Robbana ….
Istirahatkan Bapak kami di alam Barzah-Mu
Dengan penuh ketenangan dan kenyamanan
Hingga kelak memasuki surga-Mu
Bersama emak
Bersama anak-anaknya
Bersama cucu-cucunya
Bersama cicit-cicitnya
Bersama semua keturunannya
Aamiin ...aamiin ...aamiin … Yaa Robbal 'aalamiin. (*)


Gresik, 31 Desember 2018

No comments:

Post a Comment

Blog Archive