Blog

Blog

Sunday, December 30, 2018

Membuat Emak Tersenyum Bahagia


Ibu (kanan) dengan senyumnya.
Beragam cara bisa dilakukan di penghujung tahun ini. Relatif longgarnya waktu  --karena berbarengan dengan liburan akhir semester anak-anak yang  sekolah formal-- membuat banyak orang melakukan aktivitas di luar rutinitas keseharian.

Saturday, December 29, 2018

Natal dan Tahun Baru dalam Pusaran Perselisihan Umat

Oleh SUHARTOKO

Dua momentum yang selalu menyedot perhatian publik. Begitu memasuki bulan Desember tiap tahunnya, sebagian masyarakat selalu memberikan atensi luar biasa. Apalagi ketika memasuki hari H dihelatnya perayaan dua hari besar itu, yakni Hari Natal dan Tahun Baru (Miladiyah/Masehi)

Monday, December 24, 2018

Seni Ketidakpastian; Menakar Komitmen Media di Tahun Politik


Oleh SUHARTOKO 

Ketika menghadiri undangan Sarasehan Birokrasi di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis, 20 Desember 2018 lalu, saya tertarik pada pernyataan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, terkait positioning yang seharusnya diambil oleh pengelola media massa, khususnya para jurnalisnya. Pakde Karwo, demikian sapaan akrab Gubernur Soekarwo, hadir dalam sarasehan yang dihelat dalam rangka HUT ke-50 Harian Bhirawa ini sebagai keynote speaker. Sejumlah pembicara diagendakan hadir dalam acara di gedung di kawasan Jl. Basuki Rachmat, Surabaya ini. Di antaranya, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono, Dirut PT Samator Rachmad Harsono, Bupati Trenggalek yang juga Wakil Gubernur Jatim terpilih Emil Dardak, Bupati Magetan Suprawoto, juga Rektor Unair Mohammad Nasih.

Thursday, December 6, 2018

Bom Waktu Larangan Pekik Takbir

 

Pak Haedar Nashir ketika hadir dalam forum diskusi di The UQ Brisbane, Australia.


Berawal dari postingan sahabat saya, Achmad Supardi di Facebook, pikiran saya jadi berkecamuk, antara percaya dan tidak. Dari Brisbane, Australia, Om Pardi, demikian saya biasa menyapanya, meng-up load link berita terbitan http://www.tirto.id, Senin, 26 Februari 2018 dengan judul berita “Ketum PP Muhammadiyah Larang Pekik ‘Allahu Akbar’ di Acara Internal”(https://tirto.id/ketum-pp-muhammadiyah-larang-pekik-allahu-akbar-di-acara-internal-cE8P).
Judul berita itu langsung menyandera mata dan memaksa jemari saya untuk meng-klik link tersebut. Kata demi kata, kalimat demi kalimat saya baca dan cermati. Semula saya tidak percaya dengan berita itu dan sempat menganggapnya hoax. Tetapi, melihat reputasi laman (website) pemuat berita yang awal tahun ini menerima penghargaan sebagai media daring (on line) terinovatif di Indonesia, saya segera membuang prasangka hoax itu.

Monday, July 23, 2018

Jasmerah di Bukber PCM Kebomas



Jajaran PCM Kebomas saat Bukber
Jasmerah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Ungkapan bijak Proklamator RI, Bung Karno (Presiden pertama RI, Soekarno) ini cukup popular pada zamannya. Ungkapan pembakar semangat itu diucapkan Bung Karno saat pidato terakhirnya pada peringatan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1966.

Tuesday, February 20, 2018

Antiklimaks Setelah 20 Tahun Terbengkelai

Perspektif gedung SD Muhammadiyah Kedanyang.
Rapat segi tiga antara Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedanyang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kec. Kebomas, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kab. Gresik, Senin, 22 Januari 2018 rupanya menjadi antiklimaks bagi terbengkelainya pembangunan SD Muhammadiyah (SDM) kedanyang.
Antiklimaks karena setelah hampir 20 tahun nyaris “terlantar”. Dan kini, dipastikan tahun ajaran 2018/2019 ini, gedung sekolah yang pondasinya tertanam sejak 1998 itu mulai “berani” menerima murid baru. Rapat yang memutuskan dilanjutkannya penyelesaian pembangunan gedung bakal SDM itu dipimpin langsung oleh Ketua PDM Gresik, Taufiqullah A. Ahmady. Dengan spirit ‘Bismillah’, rapat di sekretariat PDM di Gedung Dakwah Gresik ini sepakat siap mengoperasikan SDM Kedanyang tahun 2018 ini. Nekad?
Gedung SDM Kedanyang saat ini.
Gedung SDM Kedanyang saat ini.
Upaya meneruskan dan menyelesaikan pembangunan gedung sekolah sebenarnya telah dilakukan para pengurus ranting. Namun, lagi-lagi kendala finansial selalu menghadang, hingga kepengurusan telah berganti empat periode. Bahkan, PRM Kedanyang sempat berencana memperluas lahan dengan nempil lahan yang berhimpitan atau berbatasan dengan lahan bakal sekolah itu.
Keputusan itu seperti oase di padang pasir. Betapa tidak! Pembangunan SDM yang merupakan amanat Musyawarah Ranting (Musyran), ketika PRM masih diketuai Abdul Abas itu sudah terlalu lama terbengkelai. Empat lokal (ruang) sudah terbangun setengah jadi selama belasan tahun dan nyaris tak tersentuh karena berbagai kendala, di antaranya dan paling utama adalah terkait terbatasnya dana.
Mediasi dan negosiasi dengan pemilik lahan di depan (barat) bakal sekolah ini juga telah berkali-kali dilakukan. Namun, jalan buntu masih menghadang. Panitia bentukan PRM merasa perlu memperluas lahan bakal sekolah, karena lahan yang ada saat ini kurang ideal atau kurang luas bagi pengelolaan SDM Kedanyang.
Bertahun-tahun jalan buntu ini tak juga menemui jalan keluar. Keterbatasan finansial dan kewenangan PRM Kedanyang membuahkan terobosan untuk “sambat” ke PCM Kebomas, lewat Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan bahkan ke PDM. Namun, lagi-lagi mentok ketika sudah memasuki ihwal pembiayaan.
PCM dan PDM sepertinya “angkat tangan” kalau sudah masuk ke faktor sumber biaya pembangunan. Namun, perjuangan PRM tak pernah berhenti agar SDM bisa terwujud di Kedanyang. Lobi-lobi personal kepada donatur atau penyumbang dan penghimpunan dana swadaya warga PRM terus dilakukan. Dan, setelah uang terkumpul (meski tak terlalu besar), pembangunan dilanjutkan sesuai dengan dana yang dimiliki.
Selain itu, untuk berdiri dan beroperasinya SDM Kedanyang, PDM juga sempat memediasi dengan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Harapannya Cuma satu: agar sekolah yang terbengkelai hampir 20 tahun ini bisa diteruskan pembangunannya dan dioperasionalkan sebagai lab-schoo-nya UMG. Namun, meski awalnya sempat mendapat lampu hijau, dalam perkembangnyannya, ihtiar ini masihlah belum membuahkan hasil.
PCM Kebomas juga tak mau tinggal diam. Penjajakan kerja sama dengan PCM Gresik Kota Baru (GKB) agar SDM Kedanyang bisa secepatnya beroperasi juga dilakukan. Nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani antarkedua PCM itu. Namun, setelah sekitar dua bulan berproses, tak ada jluntrung-nya. Ini yang kemudian membuat kesabaran PRM Kedanyang nyaris jebol.
Akhirnya Allah sepertinya memberikan bimbingan dengan menuntun PRM Kedanyang kembali mendesak PCM dan PDM turun tangan. Modal berupa kas PRM yang tersedia hampir Rp 100 juta. Ini jadi “senjata” untuk memuluskan perjuangan. Meski harus diakui, untuk finishing gedung yang ada saat ini hingga benar-benar siap dioperasionalkan, dana sebesar itu masih jauh dari cukup.
Dan, puncaknya, rapat gabungan antara PRM Kedangan, PCM Kebomas, dan PDM Gresik, 12 Januari 2018 lalu mencari tonggak sejarah dan menjadi antiklimaks atas terbengkelainya pembangunan bakal SDM Kedanyang. Ya, simpati pun lalu berdatangan dari berbagai elemen Muhammadiyah untuk berkontribusi terhadap penyelesaian pembangunan gedung SDm dan mengoperasionalkan. Untuk maksud ini, PDM membentuk Tim Percepatan Pembangunan dan Operasional SDM Kedanyang.
PRM Kedanyang kini konsentrasi pada penyelesaian pembangunan gedung. Sementara PCM dan PDM menyiapkan infrastruktur pendidikan, merumuskan konsep dan menajemen pengelolaannya, termasuk penyediaan tenaga kependidikan (guru) dan kepala sekolahnya, serta tenaga non-kependidikannya. Demikian juga masalah perizinannya, seperti IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan izin pengelolaan sekolah serta izin-izin lainnya, ini menjadi beban PCM  dan PDM lewat tim percepatan ini.
Tahun ajaran 2018/2019 sudah di depan mata. Sak yek saekapraya, holobis kuntul baris. Dengan spirit ‘Bismillah’, in sya Allah SDM Kedanyang bisa segera beroperasi dan siap melayani masyarakat di bidang pendidikan bagi anak didik usia sekolah dasar.  Panitia siap menampung jariyah para donator untuk kelanjutan penyelesian pembangunan SDM Kedanyang. (*)

Gresik, 20 Februari 2018

Monday, January 1, 2018

Menobati Keburukan dan Mengistiqomahi Kebajikan


         Suhartoko


Catatan Refleksi Akhir Tahun 

Oleh SUHARTOKO

Memontum akhir tahun dan akan datangnya tahun baru sudah selayaknya dijadikan sarana muhasabah (evaluasi diri) bagi siapa pun yang mendambakan perbaikan kualitas hidup.
Sayang, yang kerap mencuat ke ranah publik dan sepertinya by design justru sebaliknya. Sebagian masyarakat di berbagai bangsa justru menenggelamkan diri dalam euforia pesta pora yang cenderung berbuah kemudharatan, tidak saja bagi pelakunya tetapi juga buat orang lain.
Tak terkecuali saat ini yang berada di penghujung 2017 dan dalam hitungan jam sudah beralih ke tahun 2018. Fenomena merayakan pergantian tahun baru Masehi ini banyak menguras energi yang jika dialihkan untuk hal-hal yang lebih produktif, dampaknya tentu lebih positif bagi komponen bangsa ini.

Blog Archive