Blog

Blog

Sunday, July 9, 2017

Sayap Patah Garudaku

Aku saksikan dengan mata telanjang dan batin
yang kian letih
Betapa tangan-tangan murka penuh angkara
Menyoyakmu
Penuh keserakahan tak berbatas
Perlahan menggerogoti dan mematahkan satu dari dua sayap kekarmu

Nyaris bibir ini tak mampu mengeja kata
Apalagi merenda pesan yang mengendap-ngendap di hati
Nyaris kaki ini tak mampu mengayun langkah
Apalagi mengejar asa yang terbentang di jagat semesta
Nyaris tangan kecil ini tak kuasa merengkuh
Apalagi memelukmu erat-erat
Meski hanya  sekadar mendulang simpati
:untukmu

Garudaku,
Patah sayapmu membuat cakrawala
Tak bisa terhinggapi dan terasa lengang
Angkasa raya yang memayungi negeri ini juga
Nyaris tak mampu menimang kemolekanmu
Hingga melelehkan hujan kepedihan yang termat pedih
Tahap demi tahap para pecoleng dan perompak bersatu
Mengerat sendi-sendi kekuatan dan
melunturkan kesaktianmu mengawal negeri
Lewat siasat sistematis yang seolah-olah legal
dan berlindung di balik undang-undang
yang sekali lagi, seolah-olah formal dan sah

Garudaku,
Aku lihat
Aku rasahakan dengan batin yang letih
Sayapmu tak lagi bisa melesatkan dan membawamu menerobos
Tebalnya dinding keangkuhan dan kepongahan
Tetapi ….
Dengan asa membara yang terpahat di dinding hati anak-anak negeri
Aku yakin
Aku yakin, Garudaku
Mata tajammu mampu menembus gulita negeri ini
Cengkeram cakar dan kokok paruhmu
Mampu merobek-robek dinding keangkuhan dan kepongahan
Dan mengembalikan kejayaan negeri dan bangsa ini
yang kini nyaris diporakporandakan

Garudaku,
Di dadaku terpati mati dan berkobar harapan
yang tak pernah padam


Gresik, 9 Juli 2017





No comments:

Post a Comment

Blog Archive