Blog

Blog

Monday, February 27, 2017

Parodi Sang Janderal

Lelucon apalagi yang ingin kau pertontonkan di negeri ini, Jenderal?
Belum kering anyir darah mengucur deras
Dari tubuh-tubuh ringkih tak berdaya
Belum genap ingatan tentang nyawa-nyawa meregang lepas dari jasad
akibat tajam dan ganasnya peluru Izrailmu
Lalu lewat corong media propagandamu kau tebar berita
Bahwa tercerabutnya entah puluhan atau ratusan nyawa
Adalah cara jihadmu menghapus radikalisme dan terorisme  
Meski tanpa proses peradilan
Meski tanpa proses hukum yang katamu harus ditegakkan
:di negeri ini

Kini, atas pesanan sang juragan
Kau berburu ulama dan kiyai panutan umat
Kau bidik para pejabat dan wakil rakyat
Kau cari-cari kesalahan mereka
Yang katamu untuk memenuhi unsur tindakan melawan hukum dan negara
Kau tautkan pasal-pasal dalam kitab undang-undang hukum pidana
Demi menjerembabkan mereka
Dalam jebakan tindakan makar

Kriminalisasi seperti wabah yang menyebar ke mana-mana
Memasung gerak hati dan dan pikiran nan jernih
Di panggung negeri yang kian kusut dan karut-marut
Oleh parodi badut yang terus menjamur

Ingat, Jenderal!   
Kelak akan kau jumpai ajang peradilan
Yang seadil-adilnya
Yang tak mungkin lagi bisa kau menghindar
Yang akan memperhitungkan sekecil apa pun tindakan sewenang-wenang  
Yang akan memperhitungkan secuil pun kebijakan di luar batas keadilan
Termasuk sebutir pun peluru yang muntah dari moncong senjata pasukan beringas
Yang memisahkan nyawa dari raganya
Yang merobek-robek kesunyian hati dan menyulut semesta angkara   

Sungguh, peradilan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
Pasti datang menjemputmu
Dan menempatkanmu dalam timbangan mizan yang tak pernah sedikit pun alpa


Sidoarjo, 15 Februari 2017



No comments:

Post a Comment

Blog Archive