Blog

Blog

Monday, October 10, 2016

Berhala Cinta

Ketika cinta terpatri mati di hati
Maka, hadirnya  akan terbawa sampai mati
Ketika cinta terbingkai rapi dalam pikiran
Maka, sampai tidur pun bertabur indahnya mimpi
 
Ketika cinta jadi pengendali gerak kaki
Maka, ke mana pun arah melangkah, mesti dituruti
Seperti berhala, cinta pun mewujud menjadi Tuhan
yang mesti disembah dan tak jarang bikin kita tersandera 

Istri-istri kita adalah sandaran cinta
yang mesti dijaga dan memaksa banting tulang mengais nafkah
Suami-suami kita juga tempat bersemayam cinta
yang mesti dipelihara sebagai ladang pengabdian
Anak-anak kita adalah buah cinta
yang mesti dilindungi penuh kehangatan
Demikian juga selingkuhan kita adalah anugerah
yang mesti tersembunyi dalam dindingi-dinding cinta yang tebal
Bahkan pelacur-pelacur kita juga buah cinta
yang menguras dompet ratusan hingga jutaan uang kita
dan mesti dijaga agar tak selalu tergusur
 

Sekarung uang dan setumpuk buku tabungan kita adalah pemantik cinta
yang kerap bikin lupa sedekah
Juga selaci perhiasan emas dan permata kita
Berderet-deret mobil dan rumah kita
yang tak jarang membuat lupa pada kaum papa dan terpinggirkan 
Sekeranjang titel dan jabatan kita, juga pangkat yang bertengger gagah di pundak kita
tak jarang bikin terlena dan menginjak-injak bawahan

Energi cinta memang tak pernah kering mengalirkan syahwat dan hasrat
yang tak berkesudahan  
Hingga membuat terlena dan berubah menjadi berhala-berhala yang wajib disembah
dan menyembunyikan Tuhan dalam saku celana kita

Di sini, di tempat ini
Aku dan kalian ....
Adakah kita termasuk penyembah berhala-berhala cinta?
Atau justru kita sendiri seonggok berhala-berhala cinta?
 
Wallohu a'lam bisshowaf


Gresik-Surabaya- Sidoarjo, 27 Juli 2016 




No comments:

Post a Comment

Blog Archive