Blog

Blog

Sunday, September 20, 2015

Separo Abadku

Innalillahi wainna ilaihi roji'un
Dalam hening ketika malam rebah melepas pekat di jidat 
Muji syukur aku hamparkan pada selembar doa untuk-Mu
Karena Kau izinkan ruhku bersemayam dalam raga yang kian ringkih
Yang hari demi hari letih
mengikuti putaran bulan dan matahari
Yang tahun demi tahun lunglai 
mengiringi jejak masa
 
Separo abad telah terpahat pada dinding kehidupan 
Yang tergelar sebagai ladang persemaian 
Yang kelak terpanen dalam sebidang liang lahat
Dalam Barzah nan indah
Menuju rumah abadi dan semerbak pesona taman Firdaus-Mu

Maka,
Sebelum datang pengantar ajal untukku
Belajarkan aku pada batu
:Yang diam dalam sujud penuh ketundukan 
Belajarkan aku pada hamparan bumi
:Yang sabar dan tawadluknya terus bersemi
Belajarkan aku pada angin
:Yang tak pernah dusta mengabarkan apa pun yang ia lalui
Belajarkan aku pada air
:Yang mengalirkan energi dan menyuburkan benih kebajikan
Belajarkan aku pada karang 
:Yang selalu tegar menahan hempasan ombak dan badai
Belajarkan aku pada bulan dan matahari
:Yang kebesaran ikhlasnya tak pernah pudar

Ya Robbii ....
Jadikan sisa dan akhir umur ini 
Perhiasan yang memberikan manfaat kepada semua makhluk-Mu 
Hari ini
Besok dan
Sampai kapan pun Kau mau


Gresik, 20 September 2015


Malam Agung

Kalau saja Kau takdirkan aku bisa bertemu dan memeluk malam agung-Mu
Maka, tak usahlah Kau kabarkan padaku
Seperti berpuluh-puluh tahun
Di sepanjang umurku
Tak pernah kutahu
:Apakah Kau tlah datangkan lailatul qodarmu
untukku? 

Malam ini, 
Ketika alam semesta dan seisinya tunduk dalam hening sunyi-Mu
Kusambut malam agung itu
Dalam simpuh dan debar batin
Merindukan malam qodar-Mu
Seperti berpuluh-puluh tahun
Di sepanjang umurku
Adakah malam agung itu Kau hadirkan untukku?

Demi malam agung-Mu
Dalam sunyi malam yang letih 
Kusandarkan doa istighfar dan dzikir yang tak pernah mati 


Gresik, Masjid At Taqwa GKGA, Malam 25 Ramadan 1436 H/ 12 Juli 2015   

Blog Archive