Blog

Blog

Tuesday, December 30, 2014

Cinta Rasul



Bermusim-musim
Yang mengukir panas meranggas dalam kemarau nan panjang
Yang membalut dingin dalam deras penghujan dan
kerap membanjiri tanah ladang juga permukiman
Aku lantunkan mantra suci dalam bingakai nan indah
:Shalawat untukmu
Untuk junjunganku, sang insan kamil
:Kanjeng Rasul Muhammad, kekasih Allah
Adakah ini sebentuk kasih dan cintaku padamu?

Bermusim-musim
Dalam siklus kehidupan yang terus menggelinding
Kujumputi pandu firman dan sunahmu
Sebagaimana kau pesankan lewat para sahabat penyambung lidah dan risalahmu
Adakah ini sebentuk kasih dan cintaku padamu?

Sungguh, ini belum sebanding dengan cintamu kepadaku dan
berjuta-juta umat yang kelak berharap syafaatmu
Betapa kau cintai umat ini
hingga di akhir hayatmu
Betapa kau cintai umat ini
hingga Izrail menarik ruh dan memisahkan dari jasadmu
Yang membuat Jibril dan para  khulafa'urrasyidin
Tak sanggup menatap kepedihan sakaratul maut yang menimpamu

Di saat ruh perlahan meninggalkan jasadmu
Bukan surga yang kau harap
Meski pintu-pintunya tlah terbuka lebar menunggu kehadiranmu
Namun, yang menggantung di pilkiran dan ingatanmu:
"Umatku ...umatku ...umatku!"

Kini, tinggallah jejak risalah yang Kanjeng Rasul tinggalkan
Yang jadi tuntunan hamba dan umat yang merindukan bisa berdampingan
Di taman surga nan indah
Adakah ini juga untukku?
Ya Robii .... Ya Robbal 'alamin
Bimbing hamba dan berjuta-juta umat ini
Menemukan dan mengikuti jejak Kanjeng Rasul junjungan kami
Hingga sampai di pintu surga-Mu


Gresik, 27 Desember 2014

No comments:

Post a Comment

Blog Archive