Blog

Blog

Friday, November 7, 2014

Tips Kaya Raya ala Bob Sadino



Oleh Adhika Dwi Pramudita|Studentpreneur 

Bob Sadino
Anda Tidak Butuh “Keren” dan “Gengsi” untuk Bisa Sukses
Jika selama ini Anda berpikir, bahwa bisnis itu harus sesuatu yang kedengaran mentereng, maka pikirkan lagi. Bahkan, setidak mentereng apa pun kedengarannya, “Jualan Telur Ayam Negeri” itu, buktinya, inilah yang berhasil mengantarkan seorang Bob Sadino jadi salah seorang pebisnis paling sukses di Indonesia.

Start Small Bukan Berarti Tidak Bergengsi
Bob Sadino pernah jadi sopir mobil sewaan dan kuli bangunan. Dia kemudian menemukan peruntungannya di bisnis telur ayam negeri. Kala itu, Bob Sadino berpikir “Kok telur di Indonesia beda dengan di Eropa?” Memang, telur ayam negeri masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Bob Sadino- lah yang kemudian disebut-sebut berperan membawa telur ayam negeri ke Indonesia.
 
Memperluas Cakrawala
Sikap kritis Bob melihat dalam peluang, datang dari luasnya cakrawala Bob. Sebelum berbisnis, Bob sempat melanglang buana ke seluruh penjuru dunia. Ia pernah menetap di Belanda. Bertahun-tahun kemudian, pengalaman ini memberi keunggulan kompetisi baginya. Ketika menemukan peluang di bisnis ayam negeri, Bob dengan mudah meminta salah seorang sahabatnya di Eropa untuk mengirimkan ayam petelur sekaligus majalah tentang cara memelihara ayam negeri.

Selalu Ada Tantangan
Akan tetapi, jualan telur ayam negeri tidak semudah yang ia bayangkan. Kala itu, telur ayam negeri masih terlalu asing di masyarakat. Saking asingnya, tidak ada orang yang mau beli. Akan tetapi Bob tidak hilang akal. Dia pergi ke kawasan ekspatriat di daerah Kemang untuk menjajakan telur dari pintu ke pintu. Ekspatriat atau orang-orang asing yang menetap di Indonesia adalah pasar yang paling niche terhadap produk jualan Bob. Karena mereka sudah familiar terhadap telur ayam negeri, mereka kesulitan mendapatkannya di Indonesia, dan mereka bersedia membayar mahal untuk mendapatkannya.

Membentuk Brand untuk Memudahkan Pemasaran
Dari telur ayam negeri, bisnis Bob kemudian melebar ke daging ayam, dan sayuran sehat hidroponik. Maka, Bob butuh placeholder untuk jualan barunya yang meluas itu. Lahirlah Kemchicks, dan disusul dengan Kemfoods yang keduanya secara konsisten menarget pasar kalangan kelas atas.

Kepuasan itu Membutakan
Di sebuah episode Kick Andy, Andy F. Noya memulai dengan seloroh, “Anda sudah sukses, tapi sepasang celana saja tidak mampu beli.” Dengan santai Om Bob menjawab, “Andy, saya tidak pernah tahu kata sukses itu seperti apa.” Bob masih menilai bahwa masih ada yang harus ia raih di dunia ini, tanpa melupakan rasa syukur terhadap sang Pencipta.

Nah Sobat Studentpreneur, start small bukan berarti bisnis Anda tidak pernah akan jadi bergengsi. Gengsi adalah sebuah konsep yang diciptakan oleh pikiran Anda yang sempit. Anda perlu memperluas cakrawala Anda, dan melihat dunia secara lebih luas, seperti seorang Bob Sadino yang mengawali karirnya di dunia entrepreneur, dari sebutir telur ayam negeri. Bagaimana menurut Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. (*)

No comments:

Post a Comment

Blog Archive