Blog

Blog

Tuesday, May 27, 2014

Segenggam Benih Cinta



Kebahagiaan macam apa yang kau impikan?
Segenggam benih cinta tlah kutaburkan di ladang yang basah
Lalu berharap tumbuh subur menghijau di sabana hatimu
juga hatiku

Pada titian pematang kita berjalan
Menghirup segar hijau daun
Menuju pesta panen yang lama terdambakan
Bersama ceria anak-anak ladang kita

Aku bukanlah malaikat yang beku dalam ketundukan pemberi titah
Bukan pula nabi yang maksum menuju tangga isro'-mi'roj
Tapi:
Aku masih punya segenggam benih cinta
Yang tak pernah habis-habisnya


Gresik, 27 Mei 2014

Mensyukuri Nikmatnya Sakit



Alhamdulillah, sejak Sabtu (24/5/2014) Allah, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Penyayang, memberikan kenikmatan yang luar biasa kepada saya. Melengkapi aktivitas rutin sebagai kepala keluarga yang mesti ihtiar untuk mengais nafkah, Allah memberikan kesempatan lebih kepada saya untuk memperbanyak zikir, minimal bilqolbi wallisan. Sebuah laku ilahiyah untuk makin mendekatkan diri kepada-Nya. Sebuah laku ilahiyah untuk muhasabah atas segala amaliyah dan ibadah, baik yang teraplikasi lewat gerak hati, pikiran, sikap, maupun tindakan fisik selama ini. Sebuah laku ilahiyah untuk berbenah diri menuju kondisi yang lebih baik. Sungguh, ini kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan.

Monday, May 19, 2014

Oase Tari Remo



Rancak Tari Remo

Pagi ini mata saya seakan menatap dan merasakan gumpalan oase di tengah cuaca yang terik. Meski baru pukul 10.00 WIB, mata sudah ngiyer-ngiyer dan kening sedikit mengernyit saat mereaksi sengatan matahari. Namun mata saya terasa sejuk ketika menyaksikan suguhan pembuka pada lomba menggambar dan mewarnai yang dihelat di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jl Jaksa Agung Soeprapto, Gresik.

Thursday, May 15, 2014

Menyandra Lidah



Aura kebahagiaan mempelai

Kamis, 15 Mei 2014 saya punya agenda menghadiri undangan resepsi pernikahan teman jamaah masjid Baitul Amin Perum GKGA Kedanyang, Gresik, H. Khosi'in. Karyawan PT Petrokimia Gresik ini menikahkan putri sulungnya, Siti Amrina Rosyadah dengan Rizky Arizona.

Pukul 10.00 WIB adalah waktu yang tertera pada undangan warna hijau toska yang saya terima sepekan lalu. Acara resepsinya sendiri dihelat di gedung Wisma A. Yani di komplek PT Semen Indonesia di Jl. Veteran, Gresik. Bersama istri dan si bungsu Alya Nur Mufidah, saya boncengan motor. Karena jarak dari rumah ke lokasi resepsi sekitar 5 Km, saya memilih berangkat 15 menit sebelum waktu dimulainya resepsi.

Tuesday, May 6, 2014

Tahu-tahu 19 Tahun


Prosesi akad nikah, 1995

Manisku ....
Hari ini, tahu-tahu 19 tahun tlah berlalu
Dalam sebuah prosesi agung nan sakral
Dipersaksikan oleh puluhan pasang mata
di sebuah masjid Jamik Kyai Gedhe
Kita mengikat diri dalam tali dan janji suci
Sebagai laku ibadah manut junjungan Kanjeng Nabi

Kalau saja bisa kau saksikan
Betapa keringat dingin mengaliri kening hingga pipi
Sebelum akhirnya menyelinap di balik bajuku
Kalau saja bisa kau rasakan
Betapa gemetar dada dan jantung ini
Ketika talapak tangan kananku luruh
dalam genggaman erat Yai Ahmad Muhammad Alhammad
Sebelum akhirnya lisanku berucap:
Qobiltu nikahaha watazwijaha bimahrin madzkuri haalan
Dan, yang bikin aku lega luar biasa adalah
Ketika para saksi dan hadirin serempak bilang:
sah ... sah!
Itulah tetenger berakhirnya masa lajang kita

Lalu perlahan kita dengar alunan indah doa mustajabah Yai Bajeber
Yang mengantar perjalanan panjang kita
dalam mengais ridlo dan berkah-Nya
Masihkah kau ingat pitutur lembut lagi indah
yang terbingkai dalam tausyiyah Yai Maimun Adenan kala itu?
Dikatakan, bahwa kita adalah pakaian yang saling menutupi
Karena di antara kita terpahat aurat dan rahasia
yang orang lain tak boleh tahu
Sebagai bekal lelakon dalam panggung kehidupan ini

Dan, sekarang lihatlah
Buah cinta adalah hadirnya anak-anak kita
Celoteh si bungsu yang kenes dan menggemaskan
Si tomboy yang suka usil namun pintar mengaji
Juga para jagoan kita yang sering ribut di meja makan
Tak pernah membuatmu kesal lagi menyesal
Kau payungi mereka dengan tulus dalam kesejukan kasih sayangmu
Kau selimuti mereka dengan hangat cintamu
Seperti tulus dan hangat cintamu
:padaku

Kita masih terus berlayar dan menempuh perjalanan panjang
Yang di depan kita pasti ada gelombang menghadang
Yang di depan kita pasti siap topan mengganas
Juga di depan kita bercokol karang cadas
yang setiap saat bisa merobek-robek perahu tumpangan kita

Namun, semua itu kita sikapi dan lakoni
Sebagai bentuk kuatnya kasih sayang Tuhan
Yang mewujud dalam beragam ujian atas iman
dan terpatri mati di sanubari kita
Kita satukan niat dan langkah
Bahwa perahu cinta kita mampu berlabuh
di pulau indah nan asri dan abadi



Gresik, 6 Mei 2014 

Sunday, May 4, 2014

Alhamdulillah



Alhamdulillah, Yaa Robii ....
Sepagi ini, Kau alirkan hawa segar
Menerobos sebidang dada dan mengaliri sekujur tubuh nan ringkih
Dalam deras hujan yang terguyur di sebahagian bumi-Mu

Hijau daun di sepanjang jalan
Makin menjulurkan kesejukan pada nanar mata yang memandang
Juga bongkahan tanah yang gersang
Merasakan kesegaran luar biasa dan mengatupkan rekahan yang lama kehausan
Rerumputan kian jalang menari dan berebut menembus angkasa
Sementara beburungan kian mesra menikmati hangatnya pelukan di sarang mereka
Semua merasakan kesejukan dan ketundukan sujud dengan cara yang beragam

Demikian juga aku
Yang menistakan sebongkah raga yang sepi
Dalam genggaman keagungan-Mu
Maka, terimalah runduk sujudku
Sebagai hamba yang merindukan ridlo lewat pandu firman-Mu
Di atas segelar sajadah dalam Dhuha indah milik-Mu


Surabaya, 5 Mei 2014 

Thursday, May 1, 2014

Sapi Negeriku



Aku saksikan setelah pemilu yang katanya pesta demokrasi
Negeri ini tak ubahnya seperti seekor sapi
Yang siap dibetheti dan jadi ajang transaksi

Para blantik politik dan petinggi partai seperti kesurupan
Nabrak sana nabrak sini berburu mitra koalisi
Karena tiket mengusung capres/cawapres  tak mampu terpikul sendiri
Persis ketika jamaah masjid patungan membeli sapi Idul Qurban

Rakyat yang baru saja merelakan memilih di bilik yang sempit
Seakan tenggelam dalam-dalam
atau menguap tersapu angin dan entah di mana rimbanya
Sementara para blantik dan petinggi partai asyik  bikin skenario dan opsi koalisi
//Demi kursi tertinggi pemimpin negeri

Skema koalisi yang disepakati adalah bagi-bagi jatah menteri
Itu konsesi dari urunan beli tiket untuk mendapat seekor sapi
Kemudian setelah kursi petinggi negeri teraih dan semua jatah menteri habis terbagi
Gerbong negeri koalisi pun melaju dengan beban berjuta harapan penduduk negeri

Akankah negeri ini seperti sapi Idul Qurban
Yang dibeli secara patungan jamaah masjid
Lalu disembelih, dibetheti, dicincang-cincang menjadi bagian kecil-kecil
Dibungkus dalam kantong plastik dan
:habis terbagi-bagi?     



Gresik, 30 April 2014

Blog Archive