Blog

Blog

Thursday, March 20, 2014

Cuti Jurkam


Suasana kampanye pemilu

Waduh, baru tahu aku
Ternyata pejabat itu boleh cuti dan bebas tugas ya
Bebas dari tugas melayani rakyatnya
Bebas dari tugas mengurus rakyatnya
Tak peduli rakyat harus menahan beratnya beban hidup
Beban yang terus bertumpuk dan menggunung
Akibat subsidi yang terus tergerus
Akibat subsidi yang terus dipangkasi
Akibat harga kebutuhan sehari-hari dan biaya hidup yang terus melangit
Akibat biaya pendidikan yang makin mahal dan kapitalistis
Pokoknya tak peduli
Pokoknya harus cuti
Ini tugas partai, katanya
Toh perangkat undang-undang mengatur dan membolehkannya
Waduh ….


Waduh, baru tahu aku
Ternyata pejabat itu lebih tunduk kepada partai
Yang mengusung dan mengantarnya ke kursi birokrat dan kekuasaan
Ketimbang harus ngopeni rakyat dan lingkungannya
Meski dilarang menggunakan fasilitas Negara
Tetapi akal licinnya bisa saja menyiasati
Apa dia bupati atau walikota
Apa dia gubernur
Apa dia menteri kabinet
Bahkan presiden sekalipun
Cuti adalah harga mati yang mesti dilunasi
Demi kelangsungan partai dan berebut suara di kenduri pemilu
Maka, satu per satu tenggelam dalam riak juru kampanye
Dengan satu keinginan
:Kembali menikmati empuknya kursi


Waduh, gimana kok bisa begini?



Surabaya, 20 Maret 2014   

No comments:

Post a Comment

Blog Archive