Blog

Blog

Wednesday, March 26, 2014

Asmaul Husna



Subhanalloh ....
Di telapak tanganku ternyata tergores namaMu
Tidak hanya satu atau dua namaMu
Tetapi, ke-99 nama yang terhimpun dalam: Asmaul Husna nan indah
Delapan belas terpahat di telapak tangan kananku
Dan delapan puluh satu terterpatri di telapak tangan kiriku
Tak pernah kusadari bahwa ternyata keberadaanMu tak pernah jauh dariku

Puluhan tahun kucari dalam pengembaraan untuk menemukan jejakMu
Puluhan tahun kusembah-sujudkan dan kunistakan raga ini
Untuk menghamba dan merasakan sejuknya pelukan dan hidayahMu
Puluhan tahun kukayuh langkah religi yang limbung dan nyaris tak pernah berakhir
Seperti ombak yang terus bergulung mencari tepian pantai
Lalu kembali bergulung meninggalnya menuju luasnya samudra
Begitu seterusnya tanpa sedikit pun berasa jemu

Asmaul Husna ternyata tak pernah jauh dariku
Bahkan melekat erat dalam anggota tubuhku
Yang setiap saat bisa kugenggam dan kurasakan kehangatannya
Satu yang kumau:
Jadikan namaMu
Sebagai penuntun limbung kaki kecilku
Juga para hamba yang tulus merindukanMu



Gresik-Juanda, 24 Maret 2014

Thursday, March 20, 2014

Cuti Jurkam


Suasana kampanye pemilu

Waduh, baru tahu aku
Ternyata pejabat itu boleh cuti dan bebas tugas ya
Bebas dari tugas melayani rakyatnya
Bebas dari tugas mengurus rakyatnya
Tak peduli rakyat harus menahan beratnya beban hidup
Beban yang terus bertumpuk dan menggunung
Akibat subsidi yang terus tergerus
Akibat subsidi yang terus dipangkasi
Akibat harga kebutuhan sehari-hari dan biaya hidup yang terus melangit
Akibat biaya pendidikan yang makin mahal dan kapitalistis
Pokoknya tak peduli
Pokoknya harus cuti
Ini tugas partai, katanya
Toh perangkat undang-undang mengatur dan membolehkannya
Waduh ….


Waduh, baru tahu aku
Ternyata pejabat itu lebih tunduk kepada partai
Yang mengusung dan mengantarnya ke kursi birokrat dan kekuasaan
Ketimbang harus ngopeni rakyat dan lingkungannya
Meski dilarang menggunakan fasilitas Negara
Tetapi akal licinnya bisa saja menyiasati
Apa dia bupati atau walikota
Apa dia gubernur
Apa dia menteri kabinet
Bahkan presiden sekalipun
Cuti adalah harga mati yang mesti dilunasi
Demi kelangsungan partai dan berebut suara di kenduri pemilu
Maka, satu per satu tenggelam dalam riak juru kampanye
Dengan satu keinginan
:Kembali menikmati empuknya kursi


Waduh, gimana kok bisa begini?



Surabaya, 20 Maret 2014   

Wednesday, March 19, 2014

Bintang Fajar



Temaram bintang fajar
Pendar kesejukanmu mengantar di setiap pagiku
Yang tak pernah susut oleh lelehnya embun
Beburungan pun belum genap berjaga di tengah adzan Subuh
Juga bulan sealis yang sabar menyaksikan keindahan kerlap-kerlipmu

Biarlah tangan ini tak mampu menjamahmu
Namun, biarkan hati ini selalu merindukanmu
Dalam setiap detak jantungku
Dalam setiap aliran darahku
Dalam setiap hembusan nafasku

Temaram bintang fajar
Tlah terenda busana cinta
Yang terangkai dari serpihan laku berbalut asa
Yang berjalan dalam titian kehidupan yang kita lalui
Duka-suka, susah-senang, juga sedih-gembira
Dan setumpuk kisah yang berserakan
Adalah saksi perjalanan yang makin memperkoh batin
Seperti karang kuat mengakar pijakan cinta
Yang tak akan lekang oleh sekat ruang dan waktu
Dalam bingkai cinta suci nan abadi

Hari ini,
Entah,  telah berapa purnama kita habiskan
Untuk menyelami panggung kehidupan
Atau hanya sekadar  duduk-duduk
Sambil memandangi uban yang mulai tumbuh di kepala
Kau tetap bintang fajarku
Yang terus memancarkan cahaya kesejukan
Sedalam-dalamnya
Selama-lamanya



Gresik , 14 Maret 2014

Tuesday, March 18, 2014

Peluruh Embun




Kiniring gerimis yang meluruhkan embun di dedaunan
Kusambut senyap ini menuju jalan suci
Jalan yang menuntunku merangkai bait-bait nyanyi sunyi
Dalam peluk rukuk-sujudku
:padaMu

Kiniring gerimis yang meluruhkan embun di dedaunan
Lakon lakuku adalah proses pengembaraan
Dan penabur benih amal dengan segala hitam-putihnya  
Di antara butiran debu yang terpanggang matahari
Juga lekatnya tanah liat yang terbasahi oleh rinai hujan
Yang kelak bakal terpanen meski dari sebiji dzarroh sekalipun  

Kiniring gerimis yang meluruhkan embun di dedaunan
Masihkah terbuka pintu untuk menjabat lembut tanganMu
Dalam setiap langkah dan angan yang mengembara
Hingga terasa sejuknya persinggahan abadi



Gresik. 18 Maret 2014


































Blog Archive