Blog

Blog

Wednesday, February 19, 2014

Obah Sehat (2)



Nggowes Perdana;  Nafas Ngos-ngosan, Dhengkul Kothekan


Spirit obah sehat menuntun saya untuk menepati janji hati yang terpatri. Ya, saya harus bisa memaksa diri sendiri untuk kembali aktif berolah raga. Dan, tahap pertama yang saya lakukan adalah kombinasi nggowes (bersepeda pancal) dengan jogging. Selanjutnya, saya bertekad kembali berlatih badminton yang sudah skitar dua tahun saya tinggalkan.

 

‘*****

Embun masih dengan lembutnya memeluk rerumputan di kanan-kiri jalan berpaving yang saya lalui. Gumpalan-gumpalan kabut juga kerap melintas menyeberangi jalanan dan kawasan terbuka, menambah kesejukan meski terkadang membatasi jarak pandang. Sementara bangsa burung, seperti kutilang, trekosan (trucukan), juga emprit dan peking, serta si lincah, prenjak,  bersaut-sautan, seakan saling memamerkan kehebatannya dalam menarik simpati pendengarnya (maklum menjelang pemilu. Opo hubungane? Hehehe).

Seperti saya duga, lama tidak berolah raga, pasti terasa berat dan menyiksa ketika mencoba aktif lagi. Dan benar, ketika hari pertama nggowes, nafas benar-benar ngos-ngosan. Demikian juga dhengkul (lutut) terasa ngilu seakan mau copot alias kothekan. Beban ini kian terasa berat terutama ketika melintas di jalan tanjakan dan baru enteng ketika kembali di jalan datar, apalagi menurun.

Sebenarnya tidak terlalu jauh jalur atau lintasan yang saya lewati, hanya sekitar 10 kilometer. Di jalur nggowes yang saya lalu, terdapat dua kali tanjakan, yakni di jembatan tol sisi timur Desa Kedanyang yang berdekatan dengan atau menuju gerbang Perumahan Griya Karya Giri Asri (GKGA), tempat saya dan keluarga tinggal. Tanjakan kedua juga di jembatan tol, tapi di sisi barat Desa Kedanyang. Masing-masing tanjakan berpanjang 75-100 meter dengan kemiringan sekitar 40 derajat.

Bagi yang sudah biasa nggowes tanjakan segitu pastilah keciiiiiil …dan tak bikin dhengkul kothekan. Tetapi, bagi saya, ini benar-benar menyiksa. Inilah pengalaman nggowes hari pertama. Meski demikian, kuatya tekad untuk berolah raga mengalahkan beratnya beban ini. Selain ingin mengembalikan kebugaran dan stamina tubuh, “program” ini juga  mengemban misi menurunkan berat badan dan tentu saja mengempeskan perut yang sudah tampak agak buncit.

Berangkat dari rumah selepas sholat Subuh dan ngaji beberapa surat di kitab suci Al Qur’an, saya mancal sepeda dengan rute memutar, berlawanan dengan jarum jam.  Dari Perumahan GKGA perlahan saya susuri jalan berpaving dan beraspal melewati perumahan Grand Sungkono Regency, Titanum Resident, Emerald Resident, Griya Wiharta Asri, Grand Simphony, Grand Harmony, Citra Graha, Kembangan Resident, Taman Anggrek dan kembali ke GKGA.

Sesampai di rumah kembali, selain keringat masih gobyos, sekujur tubuh terasa kemeng. Kata penyuka olah raga, telah terjadi kontraksi terutama pada otot-otot tubuh yang merasa “dipaksa” saat nggowes berlangsung. Di saat selonjor di ruang tamu sambil menunggu keringat kematus dan rasa capek hilang sebelum  mandi, hati kecil saya merasa tidak terima atas siksaan saat nggowes tadi. Saya harus melakukannya lagi dan lagi, hingga suatu saat tidak ada lagi nafas ngos-ngosan dan dhengkul kothekan saat nggowes.

Keesokan harinya (nggowes hari kedua) saya ambil rute berbeda. Jika pada hari pertama saya memutar berlawanan dengan arah jarum jam, kali ini saya memutar searah jarum jam. Seperti nggowes hari pertama, ngoowes hari kedua ini ternyata belum banyak perbedaan atau kemajuan. Nafas ngos-ngosan dan dhengkul masih terasa ngilu terutama saat mencoba sprint pada tanjakan di jembatan tol sisi barat desa Kedanyang. Bahkan, saking beratnya, saya sempat berhenti untuk istirahat. Setelah nafas kembali normal dan kemeng di lutut hilang, nggowes berlanjut hingga mencapai finish di rumah.

Pengalaman beratnya nggowes di hari pertama dan kedua rupanya jadi modal kuat untuk nggowes di hari-hari berikutnya.  Dan benar, ketika memasuki hari ketiga, perjalanan nggowes saya sudah lumayan. Nafas tidak lagi ngos-ngosan. Dhengkul juga tak begitu terasa ngilu meski memasuki tanjakan. Alhamdulillah, rupanya ihtiar obah sehat lewat nggowes ini mulai membuahkan hasil. Capaian ini makin menambah spirit saya untuk kembali aktif berolah raga. Untuk memperkuat stamina, kombinasi nggowes dan jogging pun saya lakukan pada hari-hari berikutnya. Sesekali saya tambah dengan sit-up,  push-up juga skot jump. Moga-moga ini jadi upaya sehat yang menyehatkan. (*)





    

    

   

     




.

No comments:

Post a Comment

Blog Archive