Blog

Blog

Sunday, December 29, 2013

Siklus



Demi masa ….
Yang di tangan-Mu tergenggam kuasa dan aku lebur dalam pusarannya
Kau adakan aku dari ketiadaan sampai berproses dalam segumpal darah dan daging
Lalu dalam putaran sembilan bulan bersemayam di gerba ibunda

Demi masa ….
Yang di tangan-Mu tergenggam kuasa dan aku lebur dalam pusarannya
Kau perkenalkan aku dengan panggung dunia lewat gempita tangisku
Setelah sebelumnya Kau tiupkan ruh dalam jasadku
Lalu kurangkaki panggung akbar yang aku tak mampu mengukur berapa luasnya
Sekuat lutut dan sekokoh telapak tanganku
Untuk mulai belajar dan mengeja tanda-tanda kebesaran-Mu

Demi masa ….
Yang di tangan-Mu tergenggam kuasa dan aku lebur dalam pusarannya
Dengan telapak kakiku yang belum begitu kuat menjejak bumi
Kutapaki  jejak-jejak risalah sejengkal demi sejengkal
dan belajar membaca tanda-tanda kekhaliqan-Mu

Demi masa ….
Yang di tangan-Mu tergenggam kuasa dan aku lebur dalam pusarannya
Atas apa saja yang terkaruniakan kepadaku
Kulintasi panggung kehidupan ini dan mengais apa saja yang terkandung dalam peluknya
Kujaring sengatan dan belai lembut matahari
Kurengkuh sejuk bulan dan pendar bintang-gemintang
Sampai letih kaki ini dan tak sanggup lagi melaju selangkah pun
Juga tulang belulang yang tak lagi bisa tegak menyangga raga

Demi masa ….
Yang di tangan-Mu tergenggam kuasa dan aku lebur dalam pusarannya
Kembali Kau tiadakan aku setelah tamak dunia melahap
dalam dingin yang menggigil
dalam pengap yang menyesakkan
Untuk meniti perjalanan yaumul hisab dan tegaknya peradilan hakiki
:Sendiri

Maka, sandarkan aku dengan senyum dalam rumah abadi-Mu



Sidoarjo, 30 Desember 2013



  




No comments:

Post a Comment

Blog Archive