Blog

Blog

Thursday, December 26, 2013

Inner Power To Change



Oleh RAHMADSYAH - Mind-Therapist


Sebut saja namanya Tony, mahasiswa Universitas Indonesia. Dia berasal dari Makasar. Tony adalah alumni peserta training Public Speaking (PS) di Tantowi Yahya Public Speaking School.

Pada akhir November yang lalu dia mengikuti kembali —setiap alumni bebas mengulang kapan pun seumur hidup— program PS di hari sabtu dan minggu.

Sharing Pengalaman

Biasanya, sebelum memulai kelas, saya meminta peserta untuk maju ke depan dan mempresentasikan pengalaman tak terlupakan dalam hidup mereka. Pengalaman tak terlupakan ini termasuk hal-hal berkesan dan bermakna bagi diri mereka masing-masing. Sesuatu yang penting. Hal-hal yang menjadi pembelajaran hidup. Bisa kejadian personal dialami sendiri, sejarah orang lain, buku yang dibaca, juga film tertentu.

Kesempatan kali ini Tony bercerita pengalaman hidupnya. Dia mengisahkan perjuangannya keluar dari belenggu hidup. Entah apa faktornya. Saat mulai kuliah dan tinggal sendiri di kosannya, Tony mengalami paranoid yang luar biasa. Bahkan dokter yang dia temui memvonis, dia mengalami tanda-tanda/tahap awal schizophernia.

“Bapak ibu, permulan kuliah —tingkat awal— saya hanya duduk diam di kosan. Selesai kuliah pulang dan berdiam diri. Saya takut orang-orang berbuat jahat kepada saya”. Tony berkata dengan nada agak sedikit pelan.

Semenjak divonis dokter, Tony menjalani penyembuhan bersama psikiater. Dia juga berkonsultasi kepada hypnotherapist. Dia melakukan semua cara dan hal yang dia ketahui agar bisa keluar dari paranoidnya. “Semenjak itu saya berkonsultasi rutin dengan dokter. Ke psikolog dan hal-hal yang bisa menyelesaikan masalah saya,” Tony melanjutkan ceritanya.

Turning Point

Suatu waktu Tony merenung. Sampai kapan hidupnya akan seperti itu? Dia berpikir, sepertinya hanya dia yang dapat mengubah hidupnya. Sementara orang lain pendukung saja.

“Sampai akhirnya saya duduk merenung di kamar. Saya bertanya kepada diri saya sendiri. Sampai kapan saya bersembunyi dari dunia luar? Sampai kapan saya seperti ini? Lalu saya memutuskan melawan rasa takut itu. Salah satu caranya dengan mengikuti program pelatihan ini, membaca buku, kumpul bersama teman-teman kuliah, ikut bermain futsal dan kegiatan lainnya di kampus. Semenjak itu perlahan rasa takut yang menghantui hilang dengan sendirinya”. Tony menyampaikan titik perubahan dalam dirinya.

Pelajaran Hidup

Dari kisah Tony ini saya belajar. Tidak ada orang lain yang dapat membantu diri kita kecuali kita sendiri yang memutuskan dan melakukannya. Dan perubahan itu datang dari keinginan yang sangat kuat dari dalam. Bila itu telah ada, maka jalan keluarnya pun dengan mudah kita dapatkan. Seperti Tony mengakhiri sesi presentasinya.

“Intinya Bapak/Ibu, saya ingin menyampaikan, mau dibawa ke mana hidup kita? Mau seperti apa hidup yang kita jalani? Semua kembali kepada diri kita. Perubahan itu datang bukan dari orang lain. Akan tetapi, kitalah yang mesti menentukannya. Terima kasih wassalamu’alaikum wr.wb”. Tony menutup presentasinya. Begitu pula dengan kisah saya ini.


Bis Bima Arimbi, Cilegon – Rambutan, 14 Desember 2013.


No comments:

Post a Comment

Blog Archive