Blog

Blog

Wednesday, December 11, 2013

Golput


Kawan,
Aku saksikan sendiri  dengan mata telanjangku
Betapa tebar pesonamu berserakan di mana-mana
Demi  mengais simpati untuk memuluskan ambisi dan syahwat politikmu
Kau jadikan dirimu sebagai hiasan
yang mewujud dalam spanduk, bendera, leaflet,  banner, dan baliho-baliho
yang mencolok mata danbikin sesak wajah kawasan
tidak saja di kota dan tempat-tempat cangkrukan
tapi juga di penjuru kampung-kampung yang kumal

Belum puas dengan itu,
kau bersolek juga ala selebriti
Lalu bersandar di pohon-pohon, baik yang rindang maupun kering meranggas
di tiang-tiang listrik yang kokoh berdiri
di warung-warung kopi yang tak pernah sepi pembeli
di punggung-punggung mikrolet dan angkutan umum lainnya
tak lupa juga di mobil-mobilmu dan sanak familimu

Kawan,
Ke mana saja kau hampir lima tahun ini?
Ke mana saja kau ketika kursi dewan menopang bokong dan punggungmu?
Ke mana saja kau ketika pejabat negeri memangkasi subsidi
dan membuat harga BBM dan tarif listrik melambung tinggi
Ke mana saja kau ketika rakyat menjerit karena harga-harga barang naik tak terkendali?

Kawan,
Hampir lima tahun berlalu
Aku amanatkan kepercayaan padamu di bilik suara saat pemilu
Dengan setumpuk harapan demi perbaikan dan kejayaan martabat bangsaku
Tetapi yang aku saksikan, malah kau galang koalisi untuk kerajaan korupsi
Bukan untuk membangun negeri, tetapi demi kenyang perutmu dan mitramu sendiri
Sementara kau tinggalkan aku dan rakyat yang papa
Lalu terhempas dalam jurang kemelaratan yang amat dalam

Kawan,
Di penghujung masa tugasmu dan gerbang pesta pemilu
Kau datangi aku juga para tetanggaku
Untuk (sekali lagi) mendukung dan menggadaikan suara
Demi (sekali lagi) menopang ambisi dan syahwat kekuasaanmu
Dan kini saatnya kau jawab pertanyaanku:
Pastaskah aku sumbangkan dukungan dan suaraku untukmu?
Pantaskah aku serahkan pengelolaan negeri ini kepadamu?



Sidoarjo, 11 Desember 2013
      
  

No comments:

Post a Comment

Blog Archive