Blog

Blog

Monday, December 3, 2012

Perempuan Perkasa



 Di tengah kesibukanku di kantor, sekitar pukul 10 hand phone (HP)-ku berdering. Nada panggil nampaknya datang dari HP-nya. Ya, itu pasti panggilan si perempuan perkasa, Shofi. Benar, di monitor HP-ku nomor istriku itu memanggil. Tanpa babibu, aku langsung angkat HP.

"Mas, aku ke rumah sakit ya. Mumpung ada yang anter. Badanku gak enak kabeh."

Suaranya terdengar parau ketika minta izin dan pamit. Tanpa menawar sedikit pun, aku mengiyakan. Pagi itu kakaknya, Mbak Lathifah, memang tengah ke rumah bersama suaminya, Mas Yono, untuk satu keperluan.

Dalam beberapa hari terakhir, perempuan perkasa memang gak enak badan. Ia mengaku badannya terasa pegal-pegal, bahkan terkadang nyeri di dada tembus ke punggung. Tak hanya itu, ia juga mengeluh perutnya terasa nyeri.

Sehari sebelum minta izin ke rumah sakit, perempuan perkasa sempat minta antar ke tukang pijat langganannya, yang lokasinya dekat kompleks perumahan kami. Kami biasa menyapa tukang pijat khusus anak-anak dan perempuan itu dengan panggilan Mbah Tun. Lokasinya di kampung, sebelah barat perumahan tempat kami tinggal.

Aku menjuluki dia si perempuan perkasa karena menurutku memang itu pas untuknya. Memang terkesan ganjil julukan itu menempel padanya jika melihat perawakannya. Dengan tubuh yang mungil-imut, rasanya gak pas kalau julukan itu aku sandangkan padanya. Namun, aku bisa menjelaskan dan menurutku cukup argumentatif dan layak jika dia aku juluki si perempuan perkasa.

Meski tubuhnya mungil dan berat badannya nggak sampai 40 kg, namun dia punya kekuatan yang menurutku luar biasa, baik secara fisik maupun nonfisik. Di rumah, dia suka menggeser dan mengubah posisi lemari pakaian. Ada dua lemari besar yang terbuat dari kayu jati dan beberapa lemari berukuran lebih kecil, termasuk meja belajar anak-anak dan dua lemari buku. Padahal, aku yang jauh lebih besar dan lebih berat ketimbang dia, gak mampu menggeser lemari pakaian itu sendirian. Namun bagi dia, itu hal biasa.

Perempuan perkasa, selama 17 tahun hidup bersama, terbukti juga memiliki daya tahan (survive) luar biasa. Kerap kami mengalami kesulitan dalam menapaki perjalanan hidup ini. Dalam kondisi demikian, perempuan perkasa seriang hadir sebagai “dewa penolong”. Aku harus mengakui hal ini karena sudah kerap membuktikannya.

Perempuan perkasa juga memiliki "kemampuan" yang menurutku tidak lazim untuk ukuran perempuan yang sepengetahuanku tidak pernah belajar ilmu bela diri atau kanuragan apa pun. Dalam sejumlah peristiwa, dia kerap menaklukkan ular, baik ular biasa maupun yang dikenal berbisa, seperti kobra ataupun bandotan. Namun anehnya, dia takut setengah mati kalau melihat ulat. Jangankan memegang, melihat saja, sudah girap-girap dan kulitnya bisa mrintis atau melepuh seketika. Padahal, cuma ulat yang jalannya nggremet dan tak membahayakan. Mestinya, diinjak saja sudat penyet. Ketakutan luar biasa pada ulat ini pula kerap dimanfaatkan anak-anak kami untuk menggodanya.

Tentang keberaniannya terhadap ular, pernah suatu ketika, rumah kami kemasukan ular jenis bandotan. Aku sendiri takut bukan main kalau melihat ular liar, apalagi kalau berbisa, seperti kobra, luwuk, ataupun bandotan.

Ketika ular itu masuk ruang tengah, bersama dia, kami mengepung hewan berbisa itu dengan menutup akses jalannya. Saking takutnya, aku melengkapi diri dengan pakaian lengan panjang, pakai sepatu plus kaos kaki. Juga ada linggis di tangan. Melihat ulahku ini, perempuan perkasa tertawa, seperti meledekku.

"Sampean itu mau olah raga atau menangkap ular? Kok pakek sepatu segala?"

"Wis talah, biarin. Yang penting ularnya bisa ketangkap atau lari keluar," kataku sekenanya.

Mendengar jawabanku, dengan sigap dia beraksi dan seolah mengambil alih komando. Dia minta aku minggir dan minta urusan ular agar dia yang nangani. Dan benar, entah apa yang dia lakukan, tak seberapa lama, ular itu seakan nurut padanya dan beringsut keluar meninggalkan rumah. Sampai sekarang, para tetangga sering memanggilnya kalau kebetulan ada ular masuk rumah.

Satu lagi indikator yang menurutku layak menyebutnya perempuan perkasa adalah ketika aku mengalami kecelakaan hebat yang membuatku tak sadarkan diri hampir sehari, sejak pagi hingga sore. Aku merasa dialah sang penolong yang telah "menyelamatkan" aku dari peluang kematian.

Tahun 2007, aku mengalami kecelakaan hebat, sepulang ngantar anak sulungku, Aldi, ke sekolah. Ketika mau belok kanan ke perumahan --dari jalan raya--, tiba-tiba dengan kecepatan tinggi, dari arah belakang sepeda motor yang dikendarai pemuda asal Lamongan menabrak sepeda motorku, sekitar pukul 07.00.

Dan… brak! Aku pun ndlosor bersama sepeda motor yang aku tumpangi. Pada jam-jam segitu arus lalin di Jl. Mayjen Sungkono, Gresik memang lagi rame-ramenya. Aku dan motorku terseret entah berapa meter dari titik tabrakan. Yang pasti, sejak ‘der’ tabrakan itu, aku tak sadarkan diri dan baru siuman sekitak pukul 16.00 di rumah sakit Ibnu Sina Gresik.

Orang-orang perumahan yang tahu kalau yang tergelatak di jalan adalah aku, mengerumuniku dan (katanya) mengangkat minggir. Satu orang ke rumah dan memberikan kabar kepada perempuan perkasa dan memboncengnya ke TKP, lokasi kecelakaan.

Sambil menggendong anak keempat kami, Fian, yang waktu itu masih bayi, perempuan perkasa  tampak gugup, bingung. Dia tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, itu berlangsung hanya beberapa detik. Sambil tetap menggendong bayinya, perempuan perkasa mencoba menghentikan mobil yang lewat untuk memberikan tumpangan ke rmh sakit. Dia terus melambaikan tangan untuk menghentikan mobil apa pun yang lewat.

Tetapi memang tak seperti dia duga, sejumlah mobil tak mau berhenti saat dia cegat. Sampai akhirnya ada angkot yang mau berhenti dan membawa kami ke rumah sakit Semen Gresik di Jl. Kartini, yang berjarak skitar 3 km dari TKP. Tdk banyak yang dia pikir waktu itu, meski sepeser pun dia gak bawa uang. Di benaknya, yang penting aku cepat sampai rumah sakit.

Selain ada aku dan perempuan perkasa dan bayi yang digendongnya (Fian), di angkot itu juga ada pemuda yang menabrakku. Katanya pemuda asal Lamongan ini juga luka ringan pada tangan dan sebagian mukanya.

Sesampai di rumah sakit Semen Gresik, petugas medis tanya ke perempuan perkasa. "Kepala bapak harus di-city scan, Bu. Apa Ibu bersedia?" kata petugas itu sambil menyebut kisaran biaya yang harus disiapkan.

Tanpa berpikir panjang, perempuan perkasa menimpali dengan cepat. Katanya, "Lakukan yang terbaik untuk suami saya, Pak. Ya, yang terbaik saja," perempuan perkasa meyakinkan petugas itu. Padahal waktu itu dia tak membawa uang dan memang lagi tak punya uang.

Hasil city scan menunjukkan, aku mengalami gegar otak ringan akibat kerasnya benturan. Karena aku pemegang kartu Astek dan Jamsostek, dari RS Semen Gresik aku dirujuk ke RS Ibnu Sina (milik Pemkab Gresik) di Jl. Wahidin Sudirohusodo, Bunder. Di RS plat merah ini, aku menjalani rawat inap tiga hari dan diperbolehkan pulang dengan masa terapi hingga posisi normal sekitar tiga bulan.


Terbaring di Rumah Sakit

Malam ini, pukul 23.00, perempuan perkasa tergeletak di ranjang RS Nyai Ageng Pinatih Gresik di Jl. KH Abdul Karim. Di lengan kanannya menancap selang infus yg memasok nutrisi obat, selain obat yg disuntikkan lewat infus tersebut. Aku amati tetes demi tetes pada infus di bagian tabungnya dan secara perlahan memasuki lengannya dan lalu merambat ke seluruh jaringan tubuhnya.

Oleh dokter, perempuan perkasa divonis positif typhus dan trombositnya drop. Pada pemeriksaan pertama, posisi trombositnya 128, jauh di bawah posisi normal yang seharusnya 150-450. Pemeriksaan kedua, trombositnya makin drop dan hanya berada di posisi 111. Maka, sejak Minggu, 12 Februari 2012, perempuan perkasa harus menjalani observasi (opname).

Aku lihat malam ini dia tidur nyenyak setelah sepiring nasi setengah bubur dan lauk daging dengan lahap aku suapkan ke mulutnya. Dalam tidurnya dia tampak tersenyum seperti ridlo atas ujian yang diberikan Allah kepadanya. Sebelum tidur dia berbisik ke telingaku, "Mas, dongakno aku panjang umur, cik iso ngancani anak-anak."

Aku mengangguk tanda persetujuan sambil mengecup kening dan mencium kedua pipinya. Selamat tidur, sayang!


Gresik: Jumat, 12 Februari 2012


TANGGAPAN SAHABAT:
Wednesday, February 15, 2012 3:27 PM
Alhamdulillahi robbil 'alamin, sore ini istri saya, si Perempuan Perkasa, Shofie, sdh diperbolehkan pulang stlah 4 hari menjalani rawat inap di RS Nyai Ageng Pinatih Gresik. Ucapan terima kasih yg tak terhingga atas sgala bantuan dan support, serta doa utk kesembuhannya, kami sampaikan kpd:
1) Dokter Yoyon dan tim medis/perawat RS Nyai Ageng Pinatih;
2) Keluarga Besar Unesa;
3) Keluarga Besar eks-Surabaya Post di berbagai daerah di Ind;
4) Bani Imron dan Bani Josari;
5) Rekan2 Puspa Agro Jatim;
6) Rekan2 di DPRD Gresik;
7) Keluarga Besar Muhammadiyah Ranting Kedanyang dan Cabang Kebomas;
8) Jama'ah Masjid At-Taqwa Kedanyang;
9) Warga RT 07 RW 06 Kedanyang; dan
10) Dan semua teman2, sahabat, saudara yg tdk bisa saya sebut satu per satu.

Sekali lagi, kami sampaikan terima kasih atas doa dan support Panjenengan sedoyo, shg kami bisa kembali berkumpul dg keluarga di rumah. Smoga sgala amal baik penjengan sedoyo diganjar oleh Allah SWT dg pahala yg terus mengalir tiada habisnya.

Salam,
Suhartoko Sekeluarga
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: saptini_darmaningrum@yahoo.co.id
Sender: EksSurabayaPost@yahoogroups.com
Date: Tue, 14 Feb 2012 08:49:58 +0000
To: EksSurabayaPost@yahoogroups.com
ReplyTo: EksSurabayaPost@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [EksSurabayaPost] PEREMPUAN PERKASA

 
Alhamdulillah...smg bu hartoko sgr sehat ya mas amiiin..

Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: hartoko_07@yahoo.com
Sender: EksSurabayaPost@yahoogroups.com
Date: Tue, 14 Feb 2012 08:13:06 +0000
To:
ReplyTo: EksSurabayaPost@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [EksSurabayaPost] PEREMPUAN PERKASA

 
Matur nuwun sedulurku, Ko (ik)San n semua sahabatku eks-SP yg aku tak kuasa nyebut 1 per 1. Doa n support serta doa Njenegan smua adalah kekuatan utk menjebol pintu pengabulan Allah SWT. Alhamdulillah, hasil tes darah pagi tdi, posisi trombosit sdh 197, jauh di atas batas minimum. Skrg tinggal ngatrol locositnya utk perkuat daya tahan, shg keperkasaan sang istri pulih jati wuni.

Soal kita yg pernah sedipan, hahahahah Pean ojo mbuka wadi rek. Tpi satu yg gak bsa saya lupakan, saya bisa nika gara sukses Pean doktrin n mejang saya. Ingat, doa ijab kabul itu yg ngajari kan Pean. N ingat, olehku ngapalno 'qobiltu nikahaha ....' itu btuh waktu skitar 3 bln, hehe. Soale Pean kueereng, nek setor apalen kliro, aku Pean samblek sama cemeti, hahahha....
sekali lagi, tengkyu Ko (ik)San n all sahabatku eks-SP. Smoga Allah balas kebaikan kalian dg pahala yg tiada henti. Amien.


Salam,
Dari leyehan @ rmh sakit:
Sh@
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: mahmudi ikhsan
Sender: EksSurabayaPost@yahoogroups.com
Date: Tue, 14 Feb 2012 10:02:13 +0800 (SGT)
To: EksSurabayaPost@yahoogroups.com
ReplyTo: EksSurabayaPost@yahoogroups.com
Subject: Bls: [EksSurabayaPost] PEREMPUAN PERKASA

 
Hartoko, semoga perempuan perkasa yang setia mendampingi Sampean lekas sembuh. Kalau trombosit drop, saya jadi ingat resep yang diberikan teman (siapa ya aku lupa) di milis ini: rebusan daun ubi jalar (daun "ular" alias ubi jalar, bukan daun singkong).
Aku mengetahui sosok perempuan perkasa itu ketika Hartoko menikah (tahun 1995?). Kebetulan saat itu aku dan Hartoko masih sama-sama di SP Perwakilan Malang. Bahkan tidak hanya satu kantor tetapi juga satu kos-kosan, satu dipan. Sampai akhirnya aku menikah lebih dulu, sehingga berpisah kos. Aku menyewa rumah untuk kutempati bersama istriku. Menjelang pernihakahan, aku sempat menginap di rumah Hartoko di Lebaniwaras, Gresik.
Menyimak kisah perempuan perkasa, maka berbahagialah sahabatku Hartoko karena Allah telah memilihkan jodoh yang tepat buat Sampean.Akhirnya sekali lagi, semoga perempuan perkasa lekas sembuh.

ikhsan mahmudi
(penunggu gunung bromo)


Dari: Ali Salim
Kepada: Milis Eks Surabaya Post
Dikirim: Senin, 13 Februari 2012 11:07
Judul: RE: [EksSurabayaPost] PEREMPUAN PERKASA

 
Mbrebes milih moco kisah "Perempuan Perkasa" dibawah ini. Kayak dongeng, tapi nyata......si penulis juga sama perkasanya...thnks


From: Eko Prasetyo
Sender: keluargaunesa@yahoogroups.com
Date: Wed, 15 Feb 2012 19:50:08 +0800 (SGT)
To: keluargaunesa@yahoogroups.com
ReplyTo: keluargaunesa@yahoogroups.com
Subject: Bls: [keluargaunesa] ALHAMDULILLAH Sembuh

 
Alhamdulillah, kami bahagia sekali mendengar kabar ini.

****
Tempo hari aku membesuk bapakku di Malang. Beliau divonis kena batu ginjal. Harus dioperasi.
Saat masuk RS Saiful Anwar (RSSA), aku menyaksikan para pasien di balkon-balkon ruang perawatan. Tak jauh dari tempat bapak terbaring, aku melihat seorang lelaki sepuh. Sesekali ia mengeluh kepada istri dan anaknya yang turut menjaga. Sulit bernapas, katanya.

Kuhela napas dalam-dalam. Betapa nikmat sehat itu sebuah anugerah yang luar biasa.
Kukira, rezeki yang paling fantastis adalah kesehatan, bukan harta dan semacamnya. Apalah gunanya punya uang ratusan juta jika sakit-sakitan dan stres. 

Sungguh Allah itu betul-betul maha pengasih dan penyayang yang tiada tara.
Menyaksikan orang yang menggunakan alat bantu oksigen membuatku merinding mengingat kemurahan Allah azza wajalla. Pernah kubaca di suatu cerita Islami bahwa sakit itu bisa melebur dosa. Sepulang dari RS, kuceritakan kepada istriku bahwa betapa luar biasanya dianugerahi hidup sehat.

Yang kuingat pula, manfaatkan sehatmu sebelum datang sakitmu.
Ya Allah, jadikanlah hamba-hamba-Mu yang pandai bersyukur.

Semoga keberkahan, kesehatan, dan keselamatan selalu dilimpahkan oleh-Nya kepada Mas Hartoko sekeluarga. Juga keluarga besar Unesa.

Mas Habe, aku kok dadi bijak ngene yo? Hiks hiks, padahal di FB aku ugal-ugalan. Hiks...hiks..

    Must http://mail.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/22.gifPrast

206

FROM:
·         saf saifuddin
TO:
·         Mas Hartoko
Wednesday, February 15, 2012 4:41 PM
Alhamdulillah kalau PEREMPUAN PERKASA sudah sembuh.
Kalau isteri lagi sakit, baru merasakan betapa pentingnya kehadiran isteri dalam kehidupan sehari2.
Mengingat cerita Mas Hartoko, PEREMPUAN PERKASA harus istirahat dulu, jangan ngangkat lemari dulu, dan jangan boleh ngangkat Mas Hartoko...

Wednesday, February 15, 2012 4:37 PM
Alhamdulillah sy sempat bersalaman dg perempuan perkasa dan mensyukuri nikmati kebersamaan keluarga mas hartoko. Sy jd malu betapa sy kurang bersyukurnyan hidup ini.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, February 15, 2012 4:19 PM
Alhamdulillah, Mas Hartoko, Mbak Shofie... Tetep jaga kesehatan... Dan sehat selalu...
Semoga sudah punya asuransi kesehatan yaa... Kalau belum saya siapkan... ‎
i² :p.. i² :p.. i² :p.. i² :p....

Santi
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Wednesday, February 15, 2012 3:39 PM
http://socialprofiles.zenfs.com/images/60169b20a0e9b93b52dcbfe675efc034_32.jpeg
Alhamdulilah, si perempuan perkasa, mbak Shofie, sudah sembuh. Semoga segera pulih kesehatan dan kekuatannya. Welcome home, mbak Shofie.

Wassalam,
LN

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


Wednesday, February 15, 2012 3:32 PM
Alhamdulillah. Moga cepet pulih mas. Salam
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

FROM: SamsulHadi  
Wednesday, February 15, 2012 3:26 PM
Alhamdulillah.
Si perempuan perkasa sdh kembali ke rumah.

Di jogo mas, ojo nganti loro.
www.caksamsul.com
Hadir dan Mengalir

Wednesday, February 15, 2012 3:25 PM

Alhamdulillah. Barokalloh. Ikut senang mendengar kabar bahagia ini, Cak Sha. Selamat berkumpul kembali dengan keluarga di rumah. Semoga senantiasa sehat...

/MI
Powered by IKAUNESA BlackBerry®

FROM:Satria Dharma  
Wednesday, February 15, 2012 3:25 PM
Alhamdulillah...!
Salam
Satria Dharma
http://satriadharma.com/


Wednesday, February 15, 2012 2:53 PM

Alhamdlillah wasyukurilahh!!
Revolusi Putih: mengganyang kebodohan, mencerdaskan bangsa


FROM:mahmudi ikhsan  
Tuesday, February 14, 2012 8:37 PM
Syukur alhamdulillah, perempuan perkasa (istri) Sampean mulai membaik. Jadi ingat kata-kata Ustad Zainal, Allah terkadang ingin berkomunikasi dengan kita dengan suasana yang berbeda termasuk saat kita sakit.
Soal mbukak wadi tidur sedipan itu masa kos-kosan setelah tiga bulan menempati guest house di kantor SP Jl. Sultan Agung: 4 Malang.Biar ngirit, kita berdua kos satu kamar di dekat bundaran jalan dekat RS Lavalette, Malang.
Soal wejangan dan gemblengan doa menjelang Sampean nikah itu memang diperlukan di masa "pra-wedding". Soalnya aku khawatir, ada teman mau menikah ditanya sama penghulunya, apa sudah hapal akad-nikah. Temanku dengan lugu mengatakan, "Bisa, kan mengucapkan 'Bismillahi Allahumma janibnas syaithon wajanibis syaithon ma razaqtana." Karuan sang penghulu ngakak," Itu bukan bacaan akad-nikah tetapi doa bau kumpul suami-istri." Hadirin pun terpingkal-pingkal.

ikhsan mahmudi
(penunggu gunung bromo)




No comments:

Post a Comment

Blog Archive