Blog

Blog

Wednesday, January 5, 2011

Anggaran Pendidikan 2011 Rp 248 Triliun

JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan angaran fungsi pendidikan untuk tahun 2011 ini sebesar Rp 248 triliun. Jumlah ini memakan porsi 20,2% dari total anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2011 sebanyak Rp 1.229 triliun. Sementara dari plafon anggaran pendidikan tersebut, sebanyak Rp 158 triliun ditransfer ke daerah.

"Enam puluh persen lebih dana pendidikan ditransfer ke daerah," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh pada Sosialisasi Program Prioritas Kesra 2011 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Jakarta, Selasa, 4 Januari 2011.

Mendiknas mengatakan, sebanyak Rp 89 triliun anggaran fungsi pendidikan dialokasikan untuk pemerintah pusat. Dia merinci, dari anggaran pusat itu, sebanyak Rp 55 triliun untuk Kemdiknas, sekitar Rp 27 triliun untuk Kemenag dan Rp 6,8 triliun untuk kementerian/lembaga lainnya.

"Ada 18 kementerian yang punya kewenangan untuk melaksanakan fungsi pendidikan. Oleh karena itu, anggarannya juga disebar," katanya.

Selain itu, alokasi dana pengembangan pendidikan nasional sebanyak Rp 1 triliun. Disebutkan, total anggaran telah mencapai Rp 2 triliun akumulasi tahun 2010 dan 2011. "Ini yang disebut dana abadi pendidikan," ujarnya.

Ia menambahkan, dari anggaran Kemdiknas Rp 55 triliun, sebagian besar digunakan untuk program pendidikan dasar Rp 12,7 triliun (23%), pendidikan menengah Rp 5 triliun (9,1%), dan pendidikan tinggi Rp 28,8 triliun (51,9%). "Anggaran Dikti (pendidikan tinggi) termasuk PNBP (penerimaan negara bukan pajak) dimasukkan, sehingga sangat besar," jelasnya.

Mendiknas mengatakan, ada lima prioritas anggaran Kemdiknas 2011. Pertama, untuk peningkatan akses dan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) Rp 1,3 triliun. Kedua, penuntasan pendidikan dasar sembilan tahun Rp 7,2 triliun dan Rp 26 triliun ditransfer ke daerah. Ketiga, peningkatan mutu pendidikan vokasi (kejuruan) Rp 2,4 triliun. Prioritas keempat adalah percepatan peningkatan kualifikasi akademik guru ke S1/D4, sertifikasi dan rintisan pendidikan profesi guru Rp8 triliun, dan prioritas kelima percepatan peningkatan jumlah dosen S3 sebesar Rp 2 triliun.

Di tempat yang sama, Menteri Agama (Menag) Surya Dharma Ali, mengatakan, program Kemenag 2011 adalah meningkatkan aksesibilitas pendidikan di lingkungan pendidikan agama dan keagamaan, sekaligus melakukan upaya meringankan beban pendidikan bagi siswa siswi maupun di lembaga pendidikan keagamaan lainnya.

"Kemenag juga mengajak pemerintah daerah mewujudkan pendidikan gratis dari ibtidaiyah sampai aliyah," katanya.(cha/jpnn)

Sumber: jpnn, Selasa, 4 Januari 2011

No comments:

Post a Comment

Blog Archive