Blog

Blog

Thursday, December 30, 2010

"Perahu Nabi Nuh" di Lampulo, Banda Aceh


BANDA ACEH - Pagi itu, becak motor yang membawa dua penumpang melaju santai di ruas jalan menuju tempat pendaratan ikan Lampulo, Kota Banda Aceh, Nanggroe Aveh Darussalam. Di sisi kiri jalan, puluhan unit kapal ikan bersandar di dermaga kayu pinggir Sungai (Krueng) Aceh yang airnya bewarna kecoklat-coklatan.

Beberapa nelayan yang bertelanjang dada asyik merajut jaring di atas kapal. Tidak ada aktivitas kapal berlayar di Krueng Aceh pada Ahad, 26 Desember 2010.
"Pak, kenapa tidak ada boat berlayar pagi ini, lazimnya aktivitas nelayan yang pulang atau pergi melaut untuk menangkap ikan pada pagi hari seperti di daerah lain," tanya penumpang becak motor yang mengaku dari Jakarta dan tengah mengisi liburan akhir tahun di Banda Aceh.

"Hari ini, para nelayan seluruh Aceh tidak melaut untuk mengenang kembali peristiwa tsunami enam tahun silam," kata Usman, pengemudi becak motor itu.

Mata wisatawan itu tertuju pada sebuah rumah yang di atasnya terdapat seunit perahu tidak beda dengan boat-boat yang bersandar di TPI Lampulo tersebut. "Kapal nelayan yang ada di atas rumah warga itu merupakan salah satu bukti tsunami dan orang-orang menyebutnya sebagai `perahu Nabi Nuh` yang terhempas gelombang laut enam tahun silam," kata Usman.

Saksi enam tahun lalu menyebutkan, 59 warga di atas kapal ikan nelayan yang terhempas ke daratan terselamatkan saat tsunami, 26 Desember 2004. Dan kisah para korban tsunami itu tertuang dalam sebuah buku saku yang ditulis oleh 10 dari 59 orang yang menjadi penumpang perahu nelayan tersebut, enam tahun silam. Buku saku itu berjudul Mereka Bersaksi.

Abasiah, salah seorang korban selamat, mengisahkan, saat tsunami menjangkau permukimannya di Lampulo dengan ketinggian lebih dari satu meter, tiba-tiba perahu nelayan itu muncul di hadapannya. "Waktu itu, kami sekeluarga yang masih berada di dalam rumah langsung ke luar, dan tanpa pikir panjang memanjat kapal yang sudah berada di hadapan kami," katanya.

Karena air laut yang mencapai daratan terus meninggi, sebagian warga keluar melalui atas rumah untuk mencapai kapal nelayan itu. "Itu kapal bersejarah dan telah banyak warga terselamatkan dari tsunami," kata Abasiah.

Abasiah, warga Lampulo yang rumahnya berdekatan dengan TPI itu menceritakan awal "perahu Nabi Nuh" tersebut bertengger di atas atap rumah permanen miliknya. "Awalnya, saya mengira perahu itu sengaja didatangkan untuk menyelamatkan orang-orang dari amukan air laut menerjang permukiman penduduk," katanya.

Di dalam rumah permanen yang kini masih bersemayam "perahu Nabi Nuh" itu, Abasiah tidak sendiri ketika tsunami sebab ada anak-anaknya yaitu Agin, Ghazi, Thoriq, Zalfa, dan seorang putri angkatnya, Yanti.

"Dari jendela lantai atas, saya melihat banyak boat ikan yang hanyut di depan rumah dengan kecepatan tinggi, seperti mobil-mobilan yang ditarik mundur lalu dilepaskan," ujar Abasiah.

Abasiah mengisahkan, saat itu mereka yang berada di lantai dua bangunan rumahnya, terus berdoa dan berzikir seraya saling meminta maaf karena "akan berakhirnya sebuah kehidupan". "Waktu itu tidak ada tangis, tapi wajah-wajah ketakutan sambil terus berdoa dan berzikir berharap hanya ada pertolongan dari Allah, jika memang kami masih diberi kesempatan untuk hidup," katanya.

Setelah semuanya berada di atas "perahu Nabi Nuh" itu, Abasiah dan orang-orang lainnya terus mengaji, berdoa, berzikir kepada Allah, selain menyaksikan kehancuran akibat diamuk tsunami, 26 Desember 2004. "Kami melihat kapal cepat yang membawa penumpang Pulau Sabang-Banda Aceh tidak bisa berlabuh dan helikopter terbang di atas," katanya.

Saksi peristiwa tsunami lain, Samsuddin Mahmud, mengaku bahwa ia dan beberapa orang tetangga merupakan rombongan pertama yang naik ke atas "perahu Nabi Nuh" itu. "Awalnya kami mengira bahwa perahu ini sengaja didatangkan oleh `malaikat` untuk menyelamatkan orang-orang," kisahnya.

Sebelum menaiki perahu itu, Samsuddin yang sudah berada di lantai dua rumah tetangganya mengaku ketinggian di lantai tersebut lebih satu meter dan bewarna hitam pekat. "Ketika saya sudah berada di lantai dua rumah milik tetangga, air sudah sebahu. Kemudian, tiba-tiba terlihat perahu itu dan kami langsung berebut menaikinya," katanya.

Kisah korban selamat lainnya, Erlina Mariana Rosada Sari, mengisahkan bahwa sewaktu dalam boat tersebut, sempat gelombang laut silih berganti menerjang daratan dan dalam waktu bersamaan guncangan gempa masih terasa. "Orang-orang di dalam perahu ini terus mengumandangkan azan dan berdoa. Hanya doa dan zikir yang bisa kami lakukan saat tsunami itu," katanya.

Erlina menyatakan, dari atas perahu itu menyaksikan rumahnya luluh-lantak dan daratan tanpa bekas karena sudah dipenuhi air keruh. Ibarat hamparan lautan yang luas.

"Perahu Nabi Nuh" yang tidak lagi berlayar dan tetap tegak bersandar di atas atap rumah Abasiah di gampong Lampulo. Bahkan, tidak bertuan. Kini, tempat itu dijadikan sebagai salah satu aset wisata peninggalan tsunami.

"Perahu itu menjadi salah satu objek wisata yang memiliki makna sebagai peringatan Allah, karena dengan melihat ini orang bisa berpikir tentang kekuasaan Sang Maha Pencipta yang tiada tara," kata Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa`aduddin Djamal.

"Rumah boat" atau "Perahu Nabi Nuh" yang berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Banda Aceh itu saat ini menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan. Tidak hanya warga nusantara, tapi juga turis asing.

Selain menyaksikan bukti fisik, para wisatawan juga bisa mendengarkan kisah-kisah unik dan ajaib dari peristiwa tsunami enam tahun silam dari korban selamat di "Rumoh Boat" atau "Perahu Nabi Nuh" itu.

Keusyik (Kades) Gampong Lampulo Alta Zaini mengatakan, warganya sudah siap menerima wisatawan yang akan berkunjung ke situs tsunami tersebut. "Perahu Nabi Nuh" yang kini bersemayam di lantai dua rumah Abasiah itu memiliki sekitar 18 meter, berkonstruksi kayu, dan kini telah dibangun tangga untuk mencapai bagian dalam boat tersebut.(ant/sha)

Sumber: liputan6.com, Kamis, 30 Desember 2010

Perekonomian Masih Berpihak Neolib


Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli menilai sistem ekonomi sekarang pada kenyataannya tidaklah berpihak pada masyarakat kecil. Sebaliknya, Rizal menganggap bahwa ekonomi konstitusi justru bisa lebih berpihak kepada rakyat daripada neoliberalisme.

"Ekonomi konstitusi adalah ekonomi yang mensejahterakan masyarakat, bukannya menguntungkan sepihak," ujar Rizal dalam diskusi bertajuk 'Konsekuensi Menegakkan Konstitusi' yang diadakan sekaligus dalam rangka mengenang setahun wafatnya Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu, 29 Desember 2010.

Namun, menurut Rizal, kenyataannya adalah betapa banyak ahli ekonomi di Indonesia yang menuntut ilmu sampai ke luar negeri, namun kemudian malah terpengaruh dengan ajaran luar. "Banyak ekonom yang belajar di luar, dan lebih mengedepankan neoliberalisme yang bertentangan dengan konstitusi," ungkapnya.

Menurut Rizal, neoliberalisme banyak menimbulkan dampak yang jelas tidak berpihak pada rakyat kecil, alias hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Untuk itu katanya, peranan negara di dalam konstitusi tidak boleh dogmatis, tetapi haruslah dinamis. "Kalau negara terlalu dominan dan dogmatis, birokrasi akan berkuasa, dan tidak memihak pada masyarakat," tandasnya.(kyd/jpnn)

Sumber: jpnn.com, Rabu, 29 Desember 2010

Wednesday, December 29, 2010

MUI Siapkan Fiqih Bencana


Majelis Ulama Indonesia (MUI) segera menyusun peraturan hukum Islam yang khusus mengatur berbagai persoalan terkait bencana. Aturan yang disebut 'Fiqih Bencana' ini sangat perlu dan mendesak karena wilayah Indonesia memiliki potensi bencana.

"Dalam keadaan darurat seperti bencana harusnya ada hukum fiqih yang mengatur secara tersendiri," kata Ketua MUI Jawa tengah, Ahmad Darodji di penutupan rapat kerja MUI se-Jawa dan Lampung di Semarang, Senin 13 Desember 2010.

Penyusunan Fiqih Bencana menjadi salah satu rekomendasi rapat kerja yang digelar di Hotel Semesta Semarang sejak Sabtu 11 Desember 2010 lalu. Namun Darodji belum bisa memastikan kapan penyusunan Fiqih Bencana itu akan dilakukan.

"Secepatnya," kata dia. Soal siapa yang menyusun, menurut dia akan dilakukan bersama-sama berdasarkan kajian dan referensi-referensi Al-Qur'an dan Hadist serta aturan-aturan hukum Islam lainnya.

Fiqih Bencana itu akan mengatur hal-hal, contohnya perlu tidaknya seorang yang tewas akibat terkena awan panas Gunung Merapi untuk dimandikan, dikafani dan disholati. Dalam kondisi normal seseorang yang meninggal wajib dimandikan, dikafani dan disholati.

Namun, kata Darodji, bisa saja dalam keadaan seorang yang tewas terkena awan panas gunung, kewajiban-kewajiban tersebut tidak dilaksanakan. Contoh lain adalah status penerima zakat bagi warga sekitar Gunung Merapi yang mengungsi dalam waktu lama.

Dalam kondisi normal karena mereka ada yang sudah kaya maka tidak masuk dalam kategori penerima zakat. Namun, bisa saja Fiqih Bencana memasukan warga korban Merapi sebagai orang yang berhak menerima zakat. Sebab, mereka sudah terlantar dalam pengungsian dalam waktu lama sehingga tak punya penghasilan lagi.

Fiqih Bencana juga akan mengatur berbagai persoalan hukum mulai dari pra bencana, bencana, masa tanggap darurat, hingga masa rehabilitasi dan rekontruksi.(MUI Online/Dwi)

Tuesday, December 28, 2010

Pembobotan Unas - UAS Dipastikan 60:40


JAKARTA - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional (Balitbang Kemdiknas) Mansyur Ramli memastikan, pembobotan nilai ujian nasional (Unas) dan ujian akhir sekolah (UAS) untuk kelulusan siswa tahun ajaran 2010/2011 akhirnya disepakati 60:40. Maksudnya, 60 persen untuk Unas dan 40 persen untuk UAS.

Keputusan ini didapat dari kesepakatan antara Balitbang Kemdiknas dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). "Draf Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) mengenai pembobotan kelulusan siswa ini hanya menunggu ditandatangani Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) saja," ungkap Mansyur di sela acara Sosialisasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2011 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (28/12) malam.

Menurut Mansyur, ada beberapa alasan ditetapkannya pembobotan dengan komposisi 60:40 tersebut. Salah satunya, proses penilaian Unas bisa dikatakan lebih terstandar dan sudah ditentukan. Sementara untuk nilai UAS yang ditentukan oleh sekolah, sifatnya lebih beragam sehingga pembobotannya juga berbeda. Selain itu, nilai UAS tersebut nantinya juga akan ditambahkan dengan nilai rapor yang sebagian besar menunjukan sudah di atas Ketuntasan Kompetensi Minimal (KKM).

“Kita semua tentunya mengetahui bahwa nilai rapor yang diberikan oleh sekolah pastinya tinggi-tinggi. Oleh karena itu, untuk menetralisasinya yakni nilai Unas harus dengan bobot tinggi. Jika memang ditemukan ada kecurangan, maka kita akan bina sekolahnya dan diharapkan lebih jujur,” ujarnya.

Mansyur menjelaskan, berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan oleh Balitbang, sekolah yang berakreditasi C sebagian besar selalu memberikan nilai rata-rata yang lebih tinggi kepada siswanya, yakni antara 7-8. Dengan kondisi demikian, Kemdiknas memandang tidak ada keobjektivan nilai siswa, terutama pada nilai rapor.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M. Nuh kepada juga menyebutkan, dirinya sepakat jika pembobotan nilai Unas dan UAS adalah 60:40. "Mengapa 60:40, karena setelah kita hitung-hitung, rata-rata setiap sekolah yang berakreditasi A, B dan C kerap memberikan nilai yang hampir sama, yakni berkisar di antara angka 7 dan 8. Dengan kondisi demikian, maka menurut kami pas jika pembobotannya 60:40," jelasnya. (Cha/jpnn)

Sumber: JPNN.com, Selasa, 28 Desember 2010

Bisa Jaga Inflasi, Ekonomi Bakal Tumbuh Tinggi


Proyeksi 2011, Pemerintah-BI Janji Sinkronkan Kebijakan


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini akan mencapai 6 persen atau sesuai dengan target yang dicanangkan pemerintah. Tahun depan bank sentral bersama pemerintah berjanji akan lebih melakukan sinkronisasi kebijakan dalam rangka mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut.

Hal itu diungkapkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution setelah rapat terbatas bidang perekonomian di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (27/12). Rapat tersebut secara khusus mendengarkan paparan dewan gubernur BI mengenai evaluasi perekonomian tahun ini dan proyeksi tahun depan.

Menurut Darmin, kerja sama kebijakan antara otoritas fiskal dan moneter terutama dilakukan dalam rangka menjaga tingkat inflasi yang tahun ini melebihi ambang batas yang ditargetkan. "Pemerintah dan BI punya tim pengendalian inflasi," kata Darmin.

Meski tahun depan pertumbuhan diperkirakan masih tinggi, perekonomian Indonesia tahun ini dibayangi oleh kekhawatiran terhadap imbas dari tingginya inflasi. Tahun ini inflasi dipastikan akan menembus 6 persen atau melebihi target pemerintah sebesar 5,3 persen.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, tahun depan ekonomi akan masih tumbuh pesat. Syaratnya, pemerintah dan bank sentral harus bisa menjaga inflasi. "(Pengendalian inflasi) Ini yang menjadi pembicaraan kami," terang Hatta.

Di sisi lain, cadangan devisa hingga akhir tahun ini akan mencapai USD 95 miliar. Cadangan devisa itu masih didominasi oleh aliran modal jangka pendek atau hot money. Pemerintah dan bank sentral terus mencari siasat kebijakan agar aliran modal jangka pendek tersebut bisa beralih menjadi modal jangka menengah dan panjang.

Darmin mengungkapkan, ada tiga langkah yang akan ditempuh pemerintah dan BI. Yang pertama, mengurangi kecepatan aliran modal agar tidak mudah keluar. Kedua, berusaha mengalihkan aliran modal jangka pendek ke investasi langsung. Ketiga, menyiapkan kebijakan antisipasi apabila ada sudden reversal atau penarikan modal secara tiba-tiba. "Salah satunya adalah (menjaga) cadangan devisa yang aman," ujar Darmin.

Menkeu Agus Martowardojo menambahkan, saat ini pemerintah tengah berusaha memperbanyak aliran modal jangka panjang melalui investasi langsung. "Salah satunya adalah dengan memberikan tax allowance," kata Agus. (sof/dwi)

Sumber: JPNN.com, 28 Desember 2010

Monday, December 27, 2010

Gerakan New Age: Bahaya Agama Gado-gado


Oleh DWI HARDIANTO


Mereka hanya mengasembling dan mencampuradukan sebagian ajaran agama atau spiritual sesuai kebutuhan. Mereka juga disebut tourist of religion dan berujung pada paham pluralisme agama (menyamakan semua agama).

Seorang warga Amerika Serikat (AS) yang berumur 26 tahun, ketika ditanya tentang agamanya tanpa ragu menyebut sebagai Methodist, Taoist Native, American Quaker, Russian Orthodox, Buddhist, and Jew. Ia menjelaskan, sejak kecil dibesarkan dalam lingkungan Methodist dan pergi ke gereja hampir tiap hari Ahad.

Ia mengikuti acara keagamaan di Synagogue dengan temannya secara teratur. Ia juga mengikuti pertemuan Quaker di College, dibaptis oleh gereja Orthodox saat berkunjung ke Rusia. Tak ketinggalan, ia juga melakukan meditasi agama Budha dan berpartisipasi tiap bulan dalam upacara sweat lodge orang Indian.

Itulah hasil studi tentang spiritualitas orang Amerika yang dikutip Robert Wuthnow dalam artikel berjudul “A Reasonable Role for Religion? Moral Practices, Civic Participation, and Market Behavior” (1998). Pada kutub lain, ada juga masyarakat AS yang tidak percaya lagi pada institusi agama formal (a growing distrust of organized religion), yang sebenarnya ditujukan pada Kristen. Ekstremnya, seperti dislogankan futurolog John Naisbitt dan istrinya, Patricia Aburdene, dalam Megatrend 2000: “Spirituality Yes, Organized Religion No.”

Jadi, ada arus penolakan terhadap agama formal sambil mencari spiritual baru lintas agama tanpa harus terikat dengan aturan, tata cara, dogma, ajaran, atau syariah agama tertentu. Menurut pengamat sosial keagamaan Abdul M. Naharong dalam artikelnya “Agama dan Spiritualitas Gado-Gado”, gejala ini muncul sejak pemerintah AS menghapus kuota imigran Asia pada 1965, sehingga guru-guru spiritual dari Asia banyak berimigrasi ke negeri itu.

Akibatnya, berpengaruh besar pada perkembangan agama, sekte, cult, dan aliran spiritual di AS yang berbasis lintas agama. Apalagi, penerjemahan kitab suci, teks esoteric, ajaran spiritualitas dari berbagai macam agama dan kepercayaan ke dalam bahasa Inggris juga marak. Dengan berkembangnya mentalitas konsumtif (consumer mentality) dan do it yourself culture masyarakat Amerika, mereka pun memelajari sendiri sekaligus mempraktikkan satu, atau beberapa agama, atau ajaran spiritual secara bersamaan.

Empat tahun lalu (2006) ketika pemerintah AS mengadakan sensus penduduk secara resmi, Amerika sudah memiliki 2.100 agama, sekte, aliran kepercayaan, kelompok spiritualitas, dan cult. Diprediksi, jumlah ini sekarang makin bertambah.

Edward Shils dalam “Tradition” (1981) menulis, pada sebagian masyarakat Amerika, agama dan spiritualitas merupakan komoditas yang perlu dicoba. Satu atau beberapa agama atau beberapa latihan spiritual bisa tetap dipakai, “if it works,” tulis Edward. Jika tidak, orang seperti ini akan mencari kepercayaan, praktik-praktik keagamaan, atau spiritual lain yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.

Pendekatan instrumental seperti ini, lanjut Edward, membuat fungsi latent (terpendam) agama, seperti ketenangan batin dan kebahagian, menjadi fungsi manifest (nyata). Karena itu, semua aktivitas keagamaan dan spiritual harus dinilai dari bisa atau tidaknya memenuhi fungsi menenangkan batin dan menciptakan kebahagiaan “instant” yang langsung dirasakan oleh pelakunya.

Sikap seperti ini melahirkan trend baru dalam beragama, yakni “membuat" atau "mengasembling" agama atau spiritual sendiri sesuai dengan kebutuhan. Caranya, dengan mencampur aduk atau menggabungkan berbagai macam ajaran, ritual, kepercayaan, praktik, ritus, dan latihan spiritual dari berbagai sumber (agama, sekte, atau cult), tanpa bergabung pada salah satu sumber tersebut.

Bahkan, ada yang menjadi pengikut dua atau lebih agama, sekte, atau cult yang berbeda pada waktu yang sama, karena mereka meyakini paham pluralisme agama (menyamakan semua agama). Inilah yang oleh Abdul M. Naharong disebut “agama gado-gado, "patiche spirituality", "pick and mix spirituality", alias "spiritualitas gado-gado". Model religiusitas ini umumnya gandrung dan tergabung pada spiritualitas New Age, ada juga yang menyebut New Age Movement (Gerakan Era Baru), atau New Agers.

Ciri-ciri Ajaran

Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir, Peneliti Aliran Sesat dari LPPI Ustad Hartono Ahmad Jaiz, dan Peneliti INSIS Nirwan Safrin, di tempat berbeda menyatakan, ajaran atau kepercayaan New Age dicomot dari berbagai macam sumber (agama, sekte, kepercayaan, atau cult), diramu dan diracik sesuka mereka sesuai dengan kebutuhannya.

Bahkan, Abdul M. Naharong menyebutkan, ajaran ketuhanan mereka ada yang bercorak pantheisme, yaitu Tuhan itu immanent (tetap ada) di dalam setiap atom dari alam semesta. Ada juga yang mirip aliran kebatinan Manunggaling Kawula Gusti, yaitu aku adalah Tuhan, Tuhan adalah aku. New Age juga mengambil ajaran karma dan reinkarnasi sebagai ajaran yang paling disenanginya. Ini karena, karma dan reinkarnasi menafikan atau mengingkari doktrin neraka dan surga serta kekekalan di dalamnya.

Karena itu, dalam usaha mereka memeroleh pengalaman transformasi, yang bersifat mistik maupun non-mistik, misalnya penyembuhan, New Age menggunakan berbagai teknik atau pelatihan, seperti meditasi dalam agama Budha, Yoga dalam agama Hindu, latihan pernapasan dalam kelompok tarikat Naqshabandi, dan lainnya. Teknik ini sering dipakai secara bersamaan. Jika salah satunya dianggap it doesn't work karena tidak bisa memberikan hasil yang sesuai dengan keinginan mereka, teknik tersebut ditinggalkan dan beralih pada teknik lain.

Dalam pandangan Nirwan Safrin, ini menunjukkan bahwa mereka selalu mengalami kegelisahan yang tak berujung. Padahal, kebahagiaan dan ketenangan bisa diraih jika orang sampai pada keyakinan. Jika orang tidak yakin ia tidak akan bahagia dan tenang, ia akan selalu ragu, terus mencari tanpa henti, seperti penganut New Age ini. Mereka terus mencari metode untuk mencapai spiritualitas yang mereka dambakan. Jika tidak cocok dengan sebuah metode, akan mereka tinggalkan dan berganti dengan metode lain, begitu seterusnya.

”Berarti mereka tidak pernah tenang dan bahagia. Sehingga, apa yang mereka klaim sebagai tingkat dan ketinggian spiritualitas itu tidak benar. Berbeda dengan Islam yang sudah jelas syariahnya dalam menggapai tingkat spiritualitas, tinggal kita mau menjalankannya atau tidak. Keyakinan berdasarkan syariah inilah yang membuat orang bahagia dan tenang. Inilah yang disebut keimanan. Contoh, orang beriman dan yakin bahwa Allah akan memberi rezeki, ia tidak akan gundah gulana jika rezeki yang diharapkan tak kunjung datang, karena Allah mempunyai berbagai cara dan dalam memberikan rezeki pada umatnya,” papar lulusan S3 Pemikiran Islam Arab ISTAC, Malaysia ini.

Ciri lain dari agama dan spiritualitas New Age adalah sifatnya yang eksperimental dan tidak dogmatis. Penganut agama dan spiritualitas gado-gado ini hanya menekankan aspek pengalaman dari berbagai ritus keagamaan dan latihan spiritual, dan tidak peduli pada dogma, aturan, tata cara, atau syariah yang terdapat di dalam berbagai agama.

Akibatnya, agama dan spiritualitas jenis ini hampir-hampir tidak mempunyai aturan, tata cara, atau pedoman baku seperti yang dikenal dalam agama formal (organized religion). Karenanya, dalam lingkungan seperti ini, tak jarang agama dan spiritualitas menjadi terapi, yang hanya berfungsi untuk membuat orang merasa senang apa pun yang mereka lakukan. New Age tidak menuntun orang berbuat berdasarkan kaidah-kaidah moral yang diformalkan dalam bentuk ”syariah”.

Karenanya, penganut agama dan spiritualitas gado-gado tergolong ke dalam "tourist of religion", meminjam istilah Wade Roof, dalam Spiritual Marketplace: Baby Boomers and the Remaking of American Religion (1999). Mereka percaya bahwa semua agama sama benar dan baiknya, karenanya mengambil dan mencampur berbagai (ajaran) agama dan pelatihan spiritual (eklektisisme dan sinkretisme) adalah hal wajar. Inilah ujung dari ajaran ini, meyakini paham pluralisme agama (menyamakan semua agama).

Agama Baru

Rais Syuriah PBNU KH Saifuddin Amsir, menegaskan, New Age hanyalah pengulangan alias lagu lama yang sudah kesekian kalinya didengungkan. Mereka menyebut sebagai agama baru, religiusitas, atau spiritualitas, tanpa nabi, tanpa kitab suci, dan tanpa Tuhan, tapi mencampuradukan semua agama. Ini adalah agama yang dibuat oleh para filosof dengan membuat komunitas sendiri. Para filosof itu mengatakan, inilah agama baru dengan semboyannya God With Out God (Tuhan Tanpa Tuhan).

Persoalannya, lanjut Guru Besar UIN Syarif Hidyatullah ini, kita tidak memiliki lembaga khusus yang meneliti dan menangani masalah ini, padahal sudah beberapa kali mereka muncul. Kemunculan mereka, didasari oleh sikap mereka yang menganggap paling super di dunia bagaikan “Superman”. Dalam filsafatnya Red Neck disebutkan, adanya pemisahan antara moral budak dan moral iman. Selanjutnya, Neck menulis, jika ingin menjadi Tuhan maka harus membunuh Tuhan. ”Inilah salah satu dasar kesesatan agama yang sekarang berganti nama menjadi New Age ini,” tambahnya.

Soal penyebutan New Age sebagai agama baru juga disematkan oleh Ustad Hartono Ahmad Jaiz. Menurut dia, belakangan ini ada upaya mencampuradukkan semua agama. Setelah Baha’i berkembang di California, Iran, dan Israel, tahun 1960-an muncul New Age, sejenis aliran kebatinan dan spiritual yang merupakan agama baru juga.

Tapi menurut Peneliti INSIST Nirwan Safrin, menyematkan New Age sebagai agama harus dijelaskan dalam pengertian yang tepat. Jika mendefinisikan agama dalam konsepsi Barat, maka New Age bisa disebut sebagai agama. Karena dalam konsepsi Barat, agama adalah ciptaan manusia, bagian dari culture (budaya), termasuk dalam ranah ilmu sosial, dan New Age juga termasuk dalam katagori kultur karena diciptakan oleh manusia.

Tapi jika kita mendefinisikan agama dalam konsep Islam sebagai ad-Din, lanjut Nirwan, New Age bukan agama. Pasalnya, mereka hanya mencaplok sebagian dari berbagai nilai, ajaran, dan syariah agama. Yang jelas agama tidak mungkin dibuat oleh manusia.

”Konsepsi Islam jauh lebih komprehensif dari sekadar kultur. Apalagi, Barat tidak memiliki terminologi yang pas dan tepat tentang agama. Dalam Bahasa Inggris disebut religius yang menjadi bagian dari kultur. Makanya, buku agama dalam perpustakaan di Barat, masuk dalam katagori kultur yang menjadi bagian dari Ilmu Sosial,” jelasnya.

Jumlah Pengikut

George Barna dalam The Index of Leading Spiritual Indicators (1996) memperkirakan, sekitar 20% orang dewasa Amerika adalah pengikut New Agers. Majalah Newsweek edisi 28 November 1994 menulis jumlah pengikut New Age di Amerika sangat fantastis, yakni mencapai 58% dari jumlah responden dalam suatu survei.

Russel Chandler, mantan jurnalis agama pada Los Angeles Times dalam “Understanding the New Age” (1988) mengklaim, 40% orang Amerika percaya pada panteisme (kepercayaan yang berprinsip pada all is God and God is all). 36% percaya pada astrologi sebagai scientific, yakni percaya astrologi sebagai metode peramalan masa depan (a method of foretelling the future). Dan, 25% percaya pada reinkarnasi.

Itulah sebagian temuan angka statistik pengikut New Age di AS. Bagaimana di Indonesia? Wallahu’alam.

Sumber: Telaah Utama Majalah Sabili 01/XVIII

Wednesday, December 22, 2010

Kuasa-Mu


Oleh MASSHUTO

Di atas kuasa-Mu
Setiap pergantian bermuara
Panas dan dingin
Siang dan malam
Susah dan senang
Juga datang dan perginya ujian


Di atas kuasa-Mu
Setiap hamba menanti giliran
Ketika sang waktu memanggil
Sebagai transisi persinggahan
Dan awal pertanggungjawaban
Atas catatan perjalanan
Menuju singgasana



Surabaya, 23 Desember 2010

Tuesday, December 21, 2010

Untukmu, Ibu




Ibu ….
Orang bilang hari ini adalah Hari Ibu
Sejuta keinginan
Sejuta rasa
Sejuta ekspresi
Tumpah demi menghormat sang ibu
Namun, kuingin tidaklah mengingatmu
Kuingin tidaklah mendekap kasihmu
Kuingin tidaklah mencium punggung telapak tanganmu
hanya di hari yang orang bilang sakral ini
Kuingin mengingatmu
Kuingin mendekap kasihmu
Kuingin mencium punggung telapak tanganmu
Kuingin bersimpuh dalam pangkuan dan pelukmu
Kuingin mereguk belai kasih sayangmu
Setiap aku dan kau mau, selamanya

Masih terasa benar bau tanah sawah
di punggung telapak tanganmu
Ketika bersama kita menanam padi
Ketika bersama kita cabuti rumput yang mengganggunya
Ketika bersama kita menghalau burung dan belalang yang mengganggunya
Ketika bersama kita memburu tikus yang mencoba melahapnya

Tak pernah tergores kelelahan di wajahmu
Meski tak bisa kau sembunyikan keriput kulitmu
Karna sengatan matahari
Karna menumpuk beban di pundakmu
Kau ajari aku bagaimana mesti hidup
Kau ajari aku bagaimana mesti bertahan dari sengitnya sengatan matahari
Kau ajari aku bagaimana mesti menerima kenyataan hidup
Tentang pahit manisnya kehidupan
Tentang susah senangnya kehidupan
Dengan bahasa lumpur
Dengan bahasa angin
Dengan bahasa panas
Dengan bahasa hujan
Dengan senyum surgamu

Dan, kini aku rindu mengulang segala titahmu
Beriring nyanyi sunyi
Dalam pangkuan sajadah panjang
Untukmu


Gresik, 22 Desember 2010

Sunday, December 19, 2010

Sayembara Miyabi

Miyabi bikin sayembara nyari calon suami, dengan syarat:

1. Tidak suka melirik wanita lain;

2. Tidak pernah menampar istri;

3. Tidak lari dari tanggung jawab &... dengan berani dia bilang syarat ke empat;

4. Memuaskan di tempat tidur.

Esok hari rumahnya di ketok. Dhok...dhok...dhok... Si Miyabi kaget bukan main. Di depannya ada pria buta tanpa tangan & kaki.

"Apakah Anda Miyabi?" Tanya si pria.

"Benar, Anda siapa?" Jawab Miyabi.

"Saya mau melamar Anda" kata pria tersebut.

"Wah nekat bener orang ini." pikir si Miyabi.

Pria yang memakai kursi roda itu berkata, "Saya ini buta, jadi tidak mungkin melirik wanita lain. Saya juga tidak punya tangan, tidak mungkin bisa memukul Anda. Saya juga tidak punya kaki, jelas tak akan lari dari Anda."

"Tapi apakah Anda mampu memuaskan saya di ranjang?" ujar Miyabi.

"Jangan menyepelekan saya. Anda pikir saya tadi mengetok pintu pake apa?!"

Miyabi"#*@$?+"@*+..?!?!?" (Pingsan)


Pesan Moral: 1) JANGAN SUKA ANGGAP REMEH ORANG LAIN.

2) DI BALIK KEKURANGAN SELALU ADA KELEBIHAN.

Friday, December 17, 2010

Masih Ada Cinta


(Sajak untuk Istri Tersayang)

Oleh MASSHUTO

Hari ini, 17 tahun silam
Mencatat sejarah dalam ikatan rasa bersama
Ketika jalinan kasih berpadu
Ketika rajutan cinta membingkai perjalanan dua insan
Dan berharap sampai pintu ridlo-Nya

Hari ini, 17 tahun silam
Kita mimpikan berlayar dalam biduk bersama
Mengarungi samudra tak bertepi
Menembus gelombang kehidupan tak berkesudahan
Bersama tongkat pembimbing-Nya

Hari ini, 17 tahun silam
Buah cinta adalah hadirnya anak-anak yang lucu
Meski kadang bikin gaduh juga
Namun, tak henti hatimu tersenyum memeluk mereka
Lihatlah tingkah dan celoteh si bungsu yang selalu menggemaskan
Juga si tomboy yang selalu usil namun pintar mengaji
Dan para jagoan kita yang sering berebut di meja makan
Tak pernah membuatmu kesal
Tak pernah membuatmu marah
Kau payungi mereka dengan tulus dan penuh kasih sayang
Kau selimuti mereka dengan hangat cintamu

Hari ini, 17 tahun silam
Cinta itu masih kuat terpatri
Menembus celah dinding qolbu
Lewat hembus nafas dan aliran darah
Merasuki jiwa yang terus lapar akan cinta
Sedalam-dalamnya
Selama-lamanya
Dalam ridlo dan petunjuk-Nya


Gresik, 16 Desember 2010

Tuesday, December 14, 2010

Kembalikan Uang, Gelandangan Jadi Pahlawan


Bagi sebagian orang, menemukan uang dalam jumlah banyak milik orang lain, merupakan rezeki nomplok. Namun, tidak demikian dengan seorang tunawisma di Amerika Serikat (AS) ini.

Menemukan uang yang nilainya setara dengan puluhan juta rupiah, gelandangan bernama Dave Tally itu tidak gelap mata. Dia justru mengembalikan uang itu kepada pemiliknya. Kendati tanpa pamrih, niat baik Tally itu justru mendapat balasan lebih dua kali lipat dari nilai uang yang dia temukan.

Kantor berita Associated Press pada 10 Desember 2010 menuturkan, tunawisma asal Kota Tempe di negara bagian Arizona itu suatu ketika menemukan tas berisikan uang sebesar US$3.300 atau sekitar Rp 29,7 juta. Tally baru saja sembuh dari kecanduannya terhadap obat-obatan terlarang dan alkohol.

Dia menemukan kantong tas berisi uang tersebut sepulangnya dari membetulkan sepeda. Tanpa pikir panjang, Tally langsung memberikan tas beserta isinya ke sebuah komunitas pelayan tunawisma di Tempe. Lelaki berusia 49 tahun itu tidak mengambil sepeser pun dari uang tersebut. Padahal uang di kantongnya telah habis untuk membetulkan sepeda.

Setelah ditelusuri, ternyata gepokan uang di dalam tas tersebut milik Bryan Belanger, seorang mahasiswa di Universitas Negeri Arizona yang kehilangan tas ketika hendak membeli mobil bekas. Bersama dengan Stephen Spark, staf komunitas pelayan tunawisma, Tally mengembalikan uang tersebut kepada Belanger. Kisah Tally ini diberitakan oleh radio KTAR yang langsung menjadi pembicaraan seluruh kota.

Atas kejujurannya ini, Tally dipuji sebagai pahlawan para tunawisma karena telah mengubah citra mereka yang buruk. Dewan kota Tempe yang tersentuh dengan kejujurannya, membuat rekening untuk sumbangan seluruh kota. Banyak warga yang kagum juga memberikan cek kepadanya yang jumlahnya bahkan melebihi uang yang dia temukan, yaitu senilai US$8.000 (Rp72 juta). Tidak sedikit dari warga juga menawarkan pekerjaan kepadanya agar Tally dapat mandiri.

Seorang dokter gigi bahkan memberikan perawatan gigi dan memberikan gigi palsu secara gratis kepada Tally. Seorang pengacara menawarkan jasa pro-bono kepadanya untuk menangani kasus-kasus lama yang menimpanya. Sementara Walikota Tempe, Hugh Hallman, menjadikan hari ditemukannya uang tersebut sebagai hari Dave Tally.

“Saya tidak menyangka semua berakhir seperti ini. Saya hanya berpikir untuk mengembalikan tas tersebut dan semuanya selesai,” ujar Tally.

Dulunya, Tally adalah seorang pengawas di sebuah perusahaan kontraktor. Dia kehilangan pekerjaannya ketika pada tahun 1999 dia didakwa karena mengendara dalam keadaan mabuk. Karena itu juga dia kehilangan izin mengemudinya. Tally mengaku dia memang pernah kecanduan alkohol dan obat-obatan.

Tally mengatakan, akan menggunakan uang yang dia peroleh dari sumbangan untuk merencanakan hidupnya. Dia ingin membuka sebuah pusat pelatihan komputer. Dia juga mengatakan akan memilih pekerjaan yang ditawarkan kepadanya.

Sumber: VIVANews, 13 Desember 2010

Sunday, December 5, 2010

Dialog Sweet Seventeen

‎"Ma, nanti aku pas sweet seventeen
bikin pesta ya?" tanya seorang anak pada ibunya.


"YA", jawab sang ibu.

"Ma, aku undang temen juga ya?", tanya si anak lagi.

"YA" jawab si ibu lagi.

"Ma, Aku boleh pake maskara dan lipstik ya?", tanya si anak setengah mendesak.

"GAK BOLEH !!!", jawab si ibu.

"Ma...(anak merengek), Please donk, kan cuma waktu Sweet Seventeen ajah"

"GAK BOLEH, kamu boleh bikin pesta, boleh undang temen, tapi gak boleh pake yang begituan"

"Mama jahat ah"(si anak lari)

"GATOT!!!....jangan lari !!!"

Pamer Pacar

Oleh ZAENAL ARIFIN EMKA

Seorang cowok apel ke rumah ceweknya yang kebetulan sedang sepi dan nggak ada orang.
Cowo : Sayang, aku mau tunjukin sesuatu nih
Cewe : Apaan? (Penasaran)
Cowo : Tapi kita masuk kamar dulu yahh?
Cewe : Boleeh
Cowo : Boleh dikunci gak?
Cewe : boleh sayang
Cowo : Tutup jendelanya boleh?
Cewe : Iya sayang
Cowo : Lampunya boleh dimatiin?
Cewe : Boleh banget sayangku
Cowo : Trus kita masuk slimut yahh?
Cewe : Mau banget sayang
Cowo : Kamu mau tau apa yang bakalan aku tunjukin?
Cewe : Iya sayang, aku penasaran nih
Cowo : Sini deh, kamu pegang dulu tanganku
Cewe : Apa sih? Gak sabar nih Yang
Cowo : Liat deh, jam tanganku bisa NYALA looohhh.....
Cewe : ...???

Majapahit Kerajaan Islam?




Fakta-fakta Unik tentang Kerajaan Majapahit



Seorang sejarahwan pernah berujar,bahwa sejarah merupakan versi atau sudut pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini disebut Indonesia. Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.

Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan Mojokerto ini. Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut.



Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.



‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakta-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’.

Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Sejarah Majapahit yang dikenal selama ini di kalangan masyarakat adalah sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah (Belanda) yang ingin terus bercokol di kepulauan Nusantara.

Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini dibuat untuk kepentingan tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan dengan sejarah mengenai PKI. Sejarah berkaitan dengan partai komunis ini yang dibuat dimasa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang dibuat di era Orde Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini karena berkaitan dengan kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah tersebut.

Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai Nusantara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Untuk itu, diciptakanlah pemahaman bahwa Majapahit yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara belakangan dengan mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam masyarakat.

Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majpahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit adalah sebagai berikut:

1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid.


2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.

3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini.
Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.

4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran sufi, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu.

Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo.

Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisanGajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’.

Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘LaIlaha Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.

5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu.

Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari TimurTengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranak pinak di tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam kerajaanNusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.

Inilah beberapa bukti dari fakta dan data yang mengungkapkan bahwa sesungguhnya Majapahit adalah Kesultanan Islam yang berkuasa di sebagian besar kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara ini. Sekali lagi terbukti bahwa sejarah itu adalah versi, tergantung untuk apa sejarahitu dibuat dan tentunya terkandung di dalamnya beragam kepentingan.Wallahu A’lam Bishshawab. Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui.

source: http://danish56.blogspot.com/2010/11/fakta-fakta-tersembunyi-dari-kerajaan.html

http://www.duniaterselubung.info/2010/11/fakta-fakta-unik-tentang-kerajaan.html

Blog Archive