Blog

Blog

Monday, June 28, 2010

Bank Penggosong Nasabah

Oleh Atiek Adriana

Suatu saat, seorang pemuda desa jauh dari pegunungan pergi ke kota untuk keperluan menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi bergengsi di Surabaya. Nama pemuda itu Andre. Ketika senggang, hari pertama berada di Surabaya, siang itu Andre bersama dua teman sekampusnya jalan-jalan ke tengah kota di kawasan Jl. Pemuda. Seumur-umur, ya baru kali itu dia masuk jantung kota Pahlawan ini.

Beribu tanya pun menggelayut di benak pemuda pencinta alam ini lantaran melihat banyaknya gedung menjulang tinggi. Sekali pun pemandangan ini tak pernah ia temui di kota, apalagi desanya. Ketika melintas di depan salah satu bank, mata Andre tertarik pada tulisan “OPEN” persis di pintu masuk bank itu. Ia pun menggumam pada dua temannya, “ Kalau OPEN-nya segini gedhe-nya, seberapa besar ya roti yang di-OPEN itu? (Andre mengira tulisan OPEN di pintu kaca itu sama artinya dengan OVEN untuk membakar kue atau roti).

Dalam hitungan detik, seorang bule dengan langkah setengah berlari hendak masuk ke bank itu. Dengan sigap Andre pun berusaha mencegahnya. Dengan lantang Andre teriak mengingatkan, “Mas, jangan masuk! Itu OPEN!”  Tanpa menggubris peringatan Andre, sang bule pun tetap ngotot menerobos pintu itu dan masuk bank. Sementara Andre nggerundel karena “niat baiknya” tak diindahkan.

Semenit kemudian, seorang negro keluar dari bank itu lewat pintu yang tadi dilalui sang bule. Melihat sang negro berjalan agak santai tanpa secuil pun senyum mengembang di bibirnya, Andre dengan penuh kemenangan spontan bilang, “Nah, iya kan. Tadi aku bilang apa? Dibilangin jangan masuk OPEN, kok ngeyel. Sekarang syukurin sampean gosong kabeh …!

Hah … Sang negro gosong akibat masuk bank?   

      

 

No comments:

Post a Comment

Blog Archive